وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ
Dan janganlah orang-orang yang kufur mengira bahwa mereka lolos mendahului. Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُواwa-laa yahsabanna lladziina kafaruu sabaquudan janganlah orang-orang yang kufur mengira bahwa mereka lolos mendahului
- إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَinnahum laa yu'jizuunasesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar h-s-b, k-f-r, s-b-q, '-j-z): yahsabanna diterjemahkan 'mengira' (akar h-s-b); sabaquu diterjemahkan 'lolos mendahului' (akar s-b-q); yu'jizuun diterjemahkan 'melemahkan/luput' (akar '-j-z). gloss '(bahwa)/(dari kekuasaan Allah)/(Allah)' dibuang.
Aplikasi
Peringatan terhadap rasa aman palsu: 'janganlah mereka mengira bahwa mereka lolos mendahului', anggapan bahwa kesalahan sudah berhasil dihindari tanpa konsekuensi adalah keyakinan yang keliru. Konkretnya: merasa 'sudah lolos' dari konsekuensi suatu kesalahan hanya karena belum terlihat dampaknya adalah anggapan yang rapuh dan sering keliru, kewaspadaan bahwa akuntabilitas cepat atau lambat akan menyusul mencegah kepuasan diri yang prematur atas sesuatu yang belum benar-benar selesai.