وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ

Dan janganlah orang-orang yang kufur mengira bahwa mereka lolos mendahului. Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُواwa-laa yahsabanna lladziina kafaruu sabaquudan janganlah orang-orang yang kufur mengira bahwa mereka lolos mendahului
  2. إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَinnahum laa yu'jizuunasesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَلَاwa-laadan tidak pula
  2. يَحْسَبَنَّyahsabannamenyangka
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. سَبَقُواsabaquumereka mendahului
  6. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  7. لَاlaatidak
  8. يُعْجِزُونَyu'jizuunamereka melemahkan

Inti bacaan

Peringatan terhadap rasa aman palsu: 'janganlah mereka mengira bahwa mereka lolos mendahului', anggapan bahwa kesalahan sudah berhasil dihindari tanpa konsekuensi adalah keyakinan yang keliru. Konkretnya: merasa 'sudah lolos' dari konsekuensi suatu kesalahan hanya karena belum terlihat dampaknya adalah anggapan yang rapuh dan sering keliru, kewaspadaan bahwa akuntabilitas cepat atau lambat akan menyusul mencegah kepuasan diri yang prematur atas sesuatu yang belum benar-benar selesai.

Tafsiran

Peringatan terhadap ilusi keberhasilan sementara: lolos dari satu pertempuran bukan bukti kekuatan yang melampaui jangkauan konsekuensi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah melarang mereka mengira sudah lolos mendahului. Yang dilarang sangkaannya. Keadaannya tak diubah, yang diluruskan cara membacanya.
  • Kata yang dipakai mendahului, seperti orang yang berlari lebih dulu. Kiasan perlombaan. Yang mengira menang sedang berlari di lapangan yang bukan miliknya.
  • Allah menutup dengan mereka tak dapat melemahkan. Bukan tak dapat lari. Yang mustahil bukan pelariannya, melainkan membuat pengejarnya kepayahan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-s-b, k-f-r, s-b-q, '-j-z): yahsabanna diterjemahkan 'mengira' (akar h-s-b); sabaquu diterjemahkan 'lolos mendahului' (akar s-b-q); yu'jizuun diterjemahkan 'melemahkan/luput' (akar '-j-z). gloss '(bahwa)/(dari kekuasaan Allah)/(Allah)' dibuang.