وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan jika mereka condong pada perdamaian, condonglah engkau padanya, dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang mendengar lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِwa-in janahuu li-s-salmi fa-jnah lahaa wa-tawakkal alaa llaahidan jika mereka condong pada perdamaian, condonglah engkau padanya, dan bertawakallah kepada Allah
  2. إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُinnahu huwa s-samii'u l-aliimusesungguhnya Dialah yang mendengar lagi berilmu
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'Sang Berilmu' (takrif corpus); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih..

Aplikasi

Prinsip timbal balik: 'jika mereka condong pada perdamaian, condonglah engkau padanya', kesediaan menyambut tawaran damai dengan cepat dan tulus, tanpa kecurigaan berlebihan yang menghalangi rekonsiliasi. Konkretnya: saat pihak lain menunjukkan itikad baik untuk berdamai atau menyelesaikan konflik, menyambutnya dengan cepat dan tulus (bukan curiga berlebihan atau menunda-nunda) adalah respons yang dianjurkan, kesediaan menerima uluran damai mencerminkan kematangan, bukan kelemahan.