فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Maka makanlah sebagian dari apa yang kalian peroleh sebagai rampasan, yang halal lagi baik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًاfa-kuluu mimmaa ghanimtum halaalan tayyibanmaka makanlah sebagian dari apa yang kalian peroleh sebagai rampasan, yang halal lagi baik
  2. وَاتَّقُوا اللَّهَwa-ttaquu llaahadan bertakwalah kepada Allah
  3. إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌinna llaaha ghafuurun rahiimunsesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini: “Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya, superlatif yang di teks. *Ghafuur* berpola *fa'uul* & *rahiim* berpola *fa'iil*: intensif, superlatif (bandingkan *arham*, pola *af'al* = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151)., kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik KEMENAG SENDIRI: di ia menulis *rahiim* diterjemahkan “penyayang”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus muncul di, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8)., dan itu penting: *ghafara* = (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), *rahima* =. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. bahwa *ghafuur* & *rahiim* memang saling terikat namun berbeda: akar akar gh-f-r muncul di dekat *rahiim* tapi hanya di dekat *rahmaan*, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan *rahmaan* ≠ *rahiim*. ⚠ Akar tetangga yang BELUM diputuskan (*'aziiz*, *hakiim*, *haliim*, *'aliim* dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Rujukan:,. sebagian penerjemah: 'So eat of what you took in spoils as lawful and good, and be in prudent fear1 of God; God is forgiving and merciful.' Corpus ayat ini: = LEM:gafuwr ROOT:gfr,; = LEM:r~aHiym ROOT:rHm,. Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.

Aplikasi

Izin menikmati hasil yang sah ('makanlah... yang halal lagi baik') dipasangkan langsung dengan seruan tetap menjaga kesadaran ('bertakwalah kepada Allah'), menikmati sesuatu yang legitim tidak mengharuskan meninggalkan kewaspadaan diri. Konkretnya: menikmati hasil kerja atau keberuntungan yang diperoleh secara sah tidak bertentangan dengan tetap menjaga kesadaran dan kerendahan hati, dua hal ini seharusnya berjalan bersamaan, bukan salah satu mengorbankan yang lain.