وَإِنْ يُرِيدُوا خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُوا اللَّهَ مِنْ قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Dan jika mereka hendak mengkhianatimu, sungguh sebelumnya mereka telah berkhianat kepada Allah, lalu Dia memberi kekuasaan atas mereka. Dan Allah berilmu lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنْ يُرِيدُوا خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُوا اللَّهَ مِنْ قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْwa-in yuriiduu khiyaanataka fa-qad khaanuu llaaha min qablu fa-amkana minhumdan jika mereka hendak mengkhianatimu, sungguh sebelumnya mereka telah berkhianat kepada Allah, lalu Dia memberi kekuasaan atas mereka
- وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌwa-llaahu aliimun hakiimundan Allah berilmu lagi penuh hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga rendering). Lih.. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).
Aplikasi
Pengamatan tajam: pengkhianatan terhadap seseorang sering didahului pola pengkhianatan yang lebih dalam ('sebelumnya mereka telah berkhianat kepada Allah'), ketidaksetiaan biasanya bukan dimulai dari target yang terlihat, melainkan dari kompromi integritas yang lebih dulu terjadi. Konkretnya: pola ketidaksetiaan atau pengkhianatan terhadap seseorang biasanya berakar pada kompromi integritas yang lebih dulu dan lebih dalam (terhadap prinsip sendiri), mengenali akar yang lebih dalam ini membantu memahami pola perilaku seseorang, bukan hanya menilai kejadian pengkhianatan yang tampak di permukaan.