بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Pemutusan tanggungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kalian telah mengikat perjanjian dengan mereka.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَbaraa'atun mina llaahi wa-rasuulihi ilaa lladziina 'aahadtum mina l-musyrikiinapemutusan tanggungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kalian telah mengikat perjanjian dengan mereka
Terjemahan per kata (9 kata)
- بَرَاءَةٌbaraa'atunpemutusan hubungan
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- وَرَسُولِهِwa-rasuulihidan Rasul-Nya
- إِلَىilaakepada
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- عَاهَدْتُمْ'aahadtumkalian berjanji
- مِنَminadari
- الْمُشْرِكِينَl-musyrikiinaorang-orang musyrik
Inti bacaan
Pemutusan perjanjian di sini dinyatakan secara terbuka (‘pemutusan tanggungan’/bara'ah) kepada pihak yang pernah mengikat janji, bukan pengkhianatan diam-diam atau serangan mendadak. Konkretnya: mengakhiri komitmen atau kerja sama, seburuk apa pun alasannya, sebaiknya dilakukan dengan pernyataan yang jelas dan terbuka, bukan dengan mengingkarinya secara sembunyi-sembunyi sementara pihak lain masih menganggap perjanjian berlaku.
Penjelasan pilihan kata
Catatan struktural: Surah At-Taubah tidak diawali basmalah (satu-satunya surah dalam Al-Qur'an dengan pengecualian ini), sehingga segmentasi terjemahan bertahap di sini langsung dari 'baraa'atun' tanpa perlu memisahkan basmalah lebih dulu seperti pada surah lain.
Tafsiran
Pembukaan surah ini secara struktural menandai berakhirnya perjanjian dengan pihak yang berulang kali mengkhianatinya: pemutusan tanggungan bukan tindakan sepihak tanpa sebab, melainkan konsekuensi dari pola pelanggaran yang sudah dibahas panjang di penutup Surah Al-Anfal.
Renungan dan Hikmah
- Perjanjian itu diputus lewat pernyataan terbuka, bukan lewat pengkhianatan diam-diam. Allah dan Rasul-Nya mengumumkan berakhirnya tanggungan sebelum apa pun terjadi. Cara mengakhiri sesuatu ternyata diatur juga, bahkan terhadap pihak yang berulang kali melanggar lebih dulu.
- Kata yang dipakai Allah berarti lepasnya tanggungan, bukan permusuhan. Yang berakhir kewajiban menjamin, bukan dimulainya kebencian. Membedakan keduanya sulit bagi manusia, dan ayat ini memakai kata yang memisahkannya dengan tepat.
- Surah ini satu-satunya yang tidak dibuka dengan penyebutan Yang Pengasih lagi Penyayang. Ketiadaan itu terasa justru karena di semua tempat lain ia ada. Sesuatu yang selalu hadir baru benar-benar terdengar ketika sekali saja ia tidak diucapkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-r-a, a-l-h, r-s-l, '-h-d, sh-r-k): baraa'ah diterjemahkan 'pemutusan tanggungan (pembebasan)' (akar b-r-'); aahadtum diterjemahkan 'kalian mengikat perjanjian' (akar '-h-d); mushrikiin diterjemahkan 'orang-orang musyrik' (akar sh-r-k). gloss '(Inilah pernyataan)/(Nabi Muhammad)/(untuk tidak saling berperang)' dibuang.