كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ رَسُولِهِ إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
Bagaimana mungkin ada perjanjian untuk orang-orang musyrik di sisi Allah dan Rasul-Nya, kecuali untuk orang-orang yang kalian telah membuat perjanjian dengan mereka di dekat Masjidilharam? Selama mereka berlaku lurus terhadap kalian, berlaku luruslah pula kalian terhadap mereka. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ رَسُولِهِ إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِkayfa yakuunu li-l-musyrikiina 'ahdun 'inda llaahi wa-'inda rasuulihi illaa lladziina 'aahadtum 'inda l-masjidi l-haraamibagaimana mungkin ada perjanjian untuk orang-orang musyrik di sisi Allah dan Rasul-Nya, kecuali untuk orang-orang yang kalian telah membuat perjanjian dengan mereka di dekat Masjidilharam
- فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْfa-maa staqaamuu lakum fa-staqiimuu lahumselama mereka berlaku lurus terhadap kalian, berlaku luruslah pula kalian terhadap mereka
- إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَinna llaaha yuhibbu l-muttaqiinasesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa
Terjemahan per kata (23 kata)
- كَيْفَkayfabagaimana
- يَكُونُyakuunuadalah
- لِلْمُشْرِكِينَli-l-musyrikiinabagi orang-orang musyrik
- عَهْدٌ'ahdunjanji
- عِنْدَ'indadi sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- وَعِنْدَwa-'indadan di sisi
- رَسُولِهِrasuulihiRasul-Nya
- إِلَّاillaakecuali
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- عَاهَدْتُمْ'aahadtumkalian berjanji
- عِنْدَ'indadi sisi
- الْمَسْجِدِl-masjidiMasjid
- الْحَرَامِl-haraamiHaram
- فَمَاfa-maamaka selama
- اسْتَقَامُواstaqaamuumereka istikamah
- لَكُمْlakumkepada kalian
- فَاسْتَقِيمُواfa-staqiimuumaka tetaplah kalian
- لَهُمْlahumkepada mereka
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- يُحِبُّyuhibbumencintai
- الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa
Inti bacaan
Kesetiaan terhadap perjanjian di sini bersyarat timbal balik: ‘selama mereka berlaku lurus terhadap kalian, berlaku luruslah pula kalian terhadap mereka’, bukan kesetiaan buta tanpa syarat, dan bukan pula pengingkaran sepihak. Konkretnya: dalam relasi apa pun, pertahankan integritas selama pihak lain juga menjaganya; ini prinsip resiprositas, jangan naif mempertahankan komitmen sepihak ketika pihak lain sudah nyata berkhianat, tapi juga jangan mendahului pengkhianatan.
Tafsiran
Prinsip timbal-balik ditegaskan di sini: kesetiaan terhadap perjanjian, bukan kategori kelompok, yang menentukan keberlanjutan hubungan, kelurusan direspons dengan kelurusan yang setara.
Renungan dan Hikmah
- Allah bertanya bagaimana mungkin ada perjanjian, lalu menyebut kekecualiannya. Pertanyaan yang tak sepenuhnya menutup. Yang menjaga janjinya tetap disebut terpisah.
- Syaratnya: selama mereka berlaku lurus kepada kalian. Bisa diperiksa. Yang menentukan perlakuan bukan keyakinan mereka, melainkan perbuatan mereka.
- Allah memerintahkan berlaku lurus kepada mereka selama itu. Kalimatnya bercermin. Kewajiban yang sama dibebankan pada pihak yang sedang unggul.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).