أَلَا تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُمْ بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Mengapa kalian tidak memerangi kaum yang melanggar sumpah-sumpah mereka dan berniat mengusir Rasul, sedang mereka yang memulai terhadap kalian pertama kali? Apakah kalian takut kepada mereka? Maka Allah lebih berhak kalian takuti, jika kalian orang-orang beriman.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَلَا تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُمْ بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍa-laa tuqaatiluuna qawman nakatsuu aymaanahum wa-hammuu bi-ikhraaji r-rasuuli wa-hum bada'uukum awwala marratinmengapa kalian tidak memerangi kaum yang melanggar sumpah-sumpah mereka dan berniat mengusir Rasul, sedang mereka yang memulai terhadap kalian pertama kali
  2. أَتَخْشَوْنَهُمْa-takhsyawnahumapakah kalian takut kepada mereka
  3. فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَfa-llaahu ahaqqu an takhsyawhu in kuntum mu'miniinamaka Allah lebih berhak kalian takuti, jika kalian orang-orang beriman

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. أَلَاa-laamengapa tidak
  2. تُقَاتِلُونَtuqaatiluunakalian memerangi
  3. قَوْمًاqawmankaum
  4. نَكَثُواnakatsuumereka melanggar
  5. أَيْمَانَهُمْaymaanahumsumpah mereka
  6. وَهَمُّواwa-hammuudan mereka bertekad
  7. بِإِخْرَاجِbi-ikhraajidengan mengusir
  8. الرَّسُولِr-rasuuliRasul
  9. وَهُمْwa-humdan mereka
  10. بَدَءُوكُمْbada'uukummereka memulai kalian
  11. أَوَّلَawwalaorang pertama
  12. مَرَّةٍmarratinkali
  13. أَتَخْشَوْنَهُمْa-takhsyawnahumapakah kalian takut kepada mereka
  14. فَاللَّهُfa-llaahumaka Allah
  15. أَحَقُّahaqqulebih berhak
  16. أَنْanuntuk
  17. تَخْشَوْهُtakhsyawhukalian takut kepadanya
  18. إِنْinjika
  19. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  20. مُؤْمِنِينَmu'miniinaorang-orang beriman

Inti bacaan

Pertanyaan retoris ini menyasar kelambanan akibat rasa takut kepada manusia (‘apakah kalian takut kepada mereka?’), padahal yang lebih layak ditakuti adalah Allah. Konkretnya: ketika menghadapi pihak yang jelas memulai kezaliman, jangan biarkan rasa takut terhadap kekuatan manusia melumpuhkan sikap yang benar, orientasi pada akuntabilitas yang lebih tinggi seharusnya menggerakkan keberanian bertindak, bukan sekadar rasa aman jangka pendek.

Tafsiran

Frasa 'mereka yang memulai kalian pertama kali' merujuk pada tindakan agresi/permusuhan yang diinisiasi pihak lawan, bukan Allah membenarkan agresi baru, melainkan menegaskan bahwa respons ini bersifat reaktif terhadap pelanggaran yang sudah terjadi lebih dulu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka melanggar sumpah, berniat mengusir Rasul, dan memulai lebih dahulu. Tiga, dirinci. Izin yang berat diberikan hanya sesudah sebabnya disebut satu per satu.
  • Allah menegaskan mereka yang memulai pertama kali. Urutannya disebut. Yang membedakan membalas dari menyerang cuma siapa yang melangkah lebih dahulu.
  • Allah bertanya apakah kalian takut kepada mereka, lalu menyebut Dia lebih berhak ditakuti. Rasa takut tidak dilarang. Yang diperbaiki cuma alamatnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-t-l, q-w-m, n-k-ts, y-m-n, h-m-m, kh-r-j, r-s-l, b-d-a, a-w-l, m-r-r, kh-sh-y, a-l-h, h-q-q, k-w-n, a-m-n): nakathuu aymaanahum diterjemahkan 'melanggar sumpah mereka' (akar n-k-ts); hammuu diterjemahkan 'berniat' (akar h-m-m); bada'uukum diterjemahkan 'memulai terhadap kalian' (akar b-d-'); takhshawn diterjemahkan 'takut' (akar kh-sh-y); ahaqq diterjemahkan 'lebih berhak' (akar h-q-q). gloss '(bersegera)/(perjanjian-perjanjian)/(dahulu)' dibuang.