إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya yang meramaikan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, menegakkan salat, memberikan zakat, serta tidak takut selain Allah. Maka mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَinnamaa ya'muru masaajida llaahi man aamana bi-llaahi wa-l-yawmi l-aakhiri wa-aqaama sh-shalaata wa-aataa z-zakaata wa-lam yakhsya illaa llaahasesungguhnya yang meramaikan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, menegakkan salat, memberikan zakat, serta tidak takut selain Allah
  2. فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَfa-'asaa ulaa'ika an yakuunuu mina l-muhtadiinamaka mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  2. يَعْمُرُya'murumemakmurkan
  3. مَسَاجِدَmasaajidamasjid
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. مَنْmanorang yang
  6. آمَنَaamanaberiman
  7. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  8. وَالْيَوْمِwa-l-yawmidan hari
  9. الْآخِرِl-aakhiriakhir
  10. وَأَقَامَwa-aqaamadan menegakkan
  11. الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
  12. وَآتَىwa-aataadan memberikan
  13. الزَّكَاةَz-zakaatazakat
  14. وَلَمْwa-lamdan tidak
  15. يَخْشَyakhsyatakut
  16. إِلَّاillaakecuali
  17. اللَّهَllaahaAllah
  18. فَعَسَىٰfa-'asaamaka boleh jadi
  19. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  20. أَنْanbahwa
  21. يَكُونُواyakuunuumereka adalah
  22. مِنَminadari
  23. الْمُهْتَدِينَl-muhtadiinaorang-orang yang mendapat petunjuk

Inti bacaan

Kepantasan sejati ditentukan oleh empat unsur konkret sekaligus: iman kepada Allah dan hari Akhir, menegakkan salat, memberi zakat, dan tidak takut kepada siapa pun selain Allah, bukan sekadar kehadiran atau jasa sosial. Konkretnya: ukur kelayakan seseorang memimpin atau mewakili sebuah nilai bukan dari popularitas atau jasa permukaan, tapi dari kombinasi keyakinan, praktik konsisten, dan keberanian moral untuk tidak tunduk pada tekanan selain prinsip tertinggi yang diyakininya.

Tafsiran

Kriteria pengelola sejati masjid dirumuskan lewat empat penanda konkret (iman, salat, zakat, tidak takut selain Allah): kontras langsung dengan ayat sebelumnya yang justru mengesahkan kesaksian kekufuran sendiri sebagai diskualifikasi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata hanyalah untuk menyebut siapa yang meramaikan masjid-Nya. Pembatasan. Kehadiran fisik tidak dengan sendirinya termasuk dalam sebutan itu.
  • Allah menyebut empat: beriman kepada-Nya dan hari Akhir, menegakkan salat, memberikan zakat, dan tidak takut selain-Nya. Yang terakhir tentang rasa. Tiga yang bisa dilihat ditutup oleh satu yang tidak.
  • Allah menutup dengan mereka diharapkan termasuk orang yang mendapat petunjuk. Bukan dipastikan. Sesudah empat syarat itu pun, yang disebut masih harapan, bukan jaminan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “menunaikan” diterjemahkan “memberikan”. Dalam ayat ini, 'salaah' dan 'zakaah' sama-sama bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar') · zakaah diterjemahkan 'zakat' (dipertahankan: makna GANDA suci+tumbuh, jangan dikerdilkan; verba penggovongnya aataa='memberikan/berikanlah', BUKAN 'menunaikan', aataa diterjemahkan 'memberi' di 215 ayat non-zakaah, 'menunaikan' 0×;), kecuali cabang KESUCIAN (19:13/18:81) diterjemahkan 'kesucian'. ⟶ akar ini BUKAN dua homonim. 'amira = 'He lived, or continued in life, long'; 'amara bi-makaanin = 'He remained, continued, stayed, resided in a place'; 'aamir (hlm 2156) memikul KEDUA cabang dalam satu kata, 'Living long' DAN 'Remaining, continuing, staying in a place'. Ditambah 'umraan dinyatakan contr. of kharaab ('reruntuhan/tanah terbengkalai', Lane hlm 716). diterjemahkan **Inti akar = BERTAHAN-BERLANGSUNG / TERUS TERPELIHARA, lawan BINASA & TERBENGKALAI.** Usia = lamanya orang bertahan; 'imaarah = tempat yang terus dihuni & terpelihara. (Sejajar akar h-j-j: qasada memersatukan ziarah & argumen, HJJ) ⟶ Cabang B diseragamkan ke keluarga 'RAMAI' (putusan opsi-2): sebelumnya terjemahan lain memakai dua kata untuk satu akar, 'memakmurkan' (9:17, 9:18, 30:9, 11:61) vs 'mengurus' (9:19, kehilangan seluruh muatan akar). 'Makmur' (KBBI) berkonotasi kesejahteraan ekonomi, sedangkan inti akar = keterhunian & keterpeliharaan; 'meramaikan' lebih dekat & konsisten. 9:17/9:18 'inhabit', 9:19 'the inhabiting', 30:9 'inhabited', 52:4 'the house inhabited', 11:61 'settled you therein'.