أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Apakah kalian jadikan pemberian minuman kepada orang yang berhaji dan meramaikan Masjidilharam sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di hadapan Allah. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِa-ja'altum siqaayata l-haajji wa-'imaarata l-masjidi l-haraami ka-man aamana bi-llaahi wa-l-yawmi l-aakhiri wa-jaahada fii sabiili llaahiapakah kalian jadikan pemberian minuman kepada orang yang berhaji dan meramaikan Masjidilharam sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir serta berjihad di jalan Allah
- لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِlaa yastawuuna 'inda llaahimereka tidak sama di hadapan Allah
- وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَwa-llaahu laa yahdii l-qawma zh-zhaalimiinadan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim
Terjemahan per kata (24 kata)
- أَجَعَلْتُمْa-ja'altumapakah kalian menjadikan
- سِقَايَةَsiqaayatamemberi minum
- الْحَاجِّl-haajjiorang yang berhaji
- وَعِمَارَةَwa-'imaaratadan memakmurkan
- الْمَسْجِدِl-masjidiMasjid
- الْحَرَامِl-haraamiHaram
- كَمَنْka-manseperti orang yang
- آمَنَaamanaberiman
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- وَالْيَوْمِwa-l-yawmidan hari
- الْآخِرِl-aakhiriakhir
- وَجَاهَدَwa-jaahadadan berjihad
- فِيfiidi
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- لَاlaatidak
- يَسْتَوُونَyastawuunamereka sama
- عِنْدَ'indadi sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- لَاlaatidak
- يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
- الْقَوْمَl-qawmakaum
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Pelayanan seremonial (memberi minum jemaah haji, mengurus bangunan masjid) secara eksplisit dinyatakan tidak setara dengan iman sungguhan disertai perjuangan nyata, ‘mereka tidak sama di hadapan Allah’. Konkretnya: jangan mengukur kontribusi seseorang hanya dari peran seremonial/administratif yang terlihat, sementara mengabaikan substansi keyakinan dan pengorbanan nyata yang jauh lebih berat dan sering tak terlihat.
Tafsiran
Pertanyaan retoris ini menantang anggapan bahwa jasa layanan seremonial (memberi minum jamaah haji, mengurus masjid) setara nilainya dengan iman dan pengorbanan nyata: kedudukan di sisi Allah tidak diukur dari peran ritual semata.
Renungan dan Hikmah
- Allah membandingkan memberi minum jemaah haji dan meramaikan Masjidilharam dengan iman dan jihad. Dua-duanya amal nyata. Perbandingannya bukan antara amal dan kemalasan.
- Allah menyatakan mereka tidak sama di sisi-Nya. Ukurannya di sana. Penilaian yang dipakai bukan yang terlihat besar di mata orang.
- Ayat dibuka dengan pertanyaan apakah kalian menjadikannya sama. Bukan penegasan. Yang diminta memeriksa ukuran yang selama ini mereka pakai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
al-haajj (lemma HaA^j~, PARTISIP NOMINA = 'orang yang berhaji'/peziarah, BUKAN verba; pengecualian ini terekam di guard Hjj_berhujah, HJJ). 'umrah tak punya nomina-pelaku sepadan (HJJ). ⟶ analog: 'orang yang menunaikan haji' diterjemahkan 'orang yang berhaji' (sejajar putusan 3:97 'melaksanakan haji' diterjemahkan 'berhaji'). (a) 'imaarat al-masjid al-haraam dibiarkan 'mengurus' krn akar akar '-m-r belum diputus (HJJ: 3 framing; sebagian penerjemah 'the inhabiting', Lane hlm 2155 primer 'repairing to an inhabited/peopled place'); bila kelak diputus 'memakmurkan/meramaikan', ayat ini ikut. (b) gloss '(orang yang melaksanakan tugas)' = tambahan terjemahan lain di luar kelas yang sudah diputus diterjemahkan dibiarkan dalam kurung, bukan dibuang diam-diam. ⟶ akar ini BUKAN dua homonim. 'amira = 'He lived, or continued in life, long'; 'amara bi-makaanin = 'He remained, continued, stayed, resided in a place'; 'aamir (hlm 2156) memikul KEDUA cabang dalam satu kata, 'Living long' DAN 'Remaining, continuing, staying in a place'. Ditambah 'umraan dinyatakan contr. of kharaab ('reruntuhan/tanah terbengkalai', Lane hlm 716). diterjemahkan **Inti akar = BERTAHAN-BERLANGSUNG / TERUS TERPELIHARA, lawan BINASA & TERBENGKALAI.** Usia = lamanya orang bertahan; 'imaarah = tempat yang terus dihuni & terpelihara. (Sejajar akar h-j-j: qasada memersatukan ziarah & argumen, HJJ) ⟶ Cabang B diseragamkan ke keluarga 'RAMAI' (putusan opsi-2): sebelumnya terjemahan lain memakai dua kata untuk satu akar, 'memakmurkan' (9:17, 9:18, 30:9, 11:61) vs 'mengurus' (9:19, kehilangan seluruh muatan akar). 'Makmur' (KBBI) berkonotasi kesejahteraan ekonomi, sedangkan inti akar = keterhunian & keterpeliharaan; 'meramaikan' lebih dekat & konsisten. 9:17/9:18 'inhabit', 9:19 'the inhabiting', 30:9 'inhabited', 52:4 'the house inhabited', 11:61 'settled you therein'. ⟶ tambahan terjemahan lain, sekelas '(Makkah)'/'(Arafah)'/'(Baitullah)'. Teks berbunyi siqaayata l-haajji wa-'imaarata l-masjidi l-haraam, dua nomina perbuatan yang disandingkan ('pemberian-minum' & 'peramaian'), bukan dua jabatan. ⟶ 'mengurus' diterjemahkan 'meramaikan' (keseragaman akar; 'mengurus' memutus kaitan dgn ma'muur 52:4 & 'umrah). Entri via penuntasan-cakupan kelompok ziarah/'-m-r: basis terjemahan lain + penerapan konvensi TERPUTUS saja, (2MP diterjemahkan kalian, 2MS tetap), (buang gloss musim/laku sekitar haji; 'menunaikan/melaksanakan haji' diterjemahkan 'berhaji'), fidelitas bentuk 2:198 'Arafah' diterjemahkan 'Arafat'.