يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ

Tuhan mereka memberi kabar gembira kepada mereka dengan rahmat dari-Nya, dan keridaan serta taman-taman. Bagi mereka kesenangan yang kekal di dalamnya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌyubasysyiruhum rabbuhum bi-rahmatin minhu wa-ridhwaanin wa-jannaatin lahum fiihaa na'iimun muqiimunTuhan mereka memberi kabar gembira kepada mereka dengan rahmat dari-Nya, dan keridaan serta taman-taman, bagi mereka kesenangan yang kekal di dalamnya

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. يُبَشِّرُهُمْyubasysyiruhummemberi mereka kabar gembira
  2. رَبُّهُمْrabbuhumTuhan mereka
  3. بِرَحْمَةٍbi-rahmatindengan rahmat
  4. مِنْهُminhudarinya
  5. وَرِضْوَانٍwa-ridhwaanindan keridaan
  6. وَجَنَّاتٍwa-jannaatindan kebun-kebun
  7. لَهُمْlahumkepada mereka
  8. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  9. نَعِيمٌna'iimunkenikmatan
  10. مُقِيمٌmuqiimunyang kekal

Inti bacaan

Urutan yang disebut bukan kebetulan: rahmat dan keridaan Allah disebut mendahului surga-surga itu sendiri, seakan menegaskan bahwa hubungan (diridai, dirahmati) adalah inti ganjaran, sedang surga adalah konsekuensinya. Konkretnya: dalam mengejar kebaikan, jangan jadikan ‘hadiah’-nya sebagai tujuan utama sehingga melupakan hubungan itu sendiri, kedekatan dan restu yang tulus sering lebih bermakna daripada imbalan materiil yang menyertainya.

Tafsiran

Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Tuhan mereka sendiri (bukan perantara): rahmat, keridaan, dan taman digabungkan sebagai satu paket anugerah yang saling melengkapi, bukan tiga hal terpisah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut rahmat dari-Nya, keridaan, dan taman-taman. Tiga. Dua yang pertama tak berwujud, dan keduanya disebut mendahului yang berwujud.
  • Yang menyampaikan kabar itu Tuhan mereka sendiri. Bukan lewat perantara pada kalimat ini. Kabar gembira datang langsung dari yang menjanjikannya.
  • Penutupnya menyebut kesenangan yang kekal di dalamnya. Bukan besar. Yang membedakan bukan kadarnya, melainkan bahwa ia tak berhenti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ira kepada mereka dengan rahmat dari-Nya, dan keridaan s…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).