يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian jadikan bapak-bapak kalian dan saudara-saudara kalian sebagai pelindung jika mereka lebih mencintai kekufuran atas keimanan. Dan siapa pun di antara kalian yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa tattakhidzuu aabaa'akum wa-ikhwaanakum awliyaa'a ini stahabbuu l-kufra 'alaa l-iimaaniwahai orang-orang beriman, janganlah kalian jadikan bapak-bapak kalian dan saudara-saudara kalian sebagai pelindung jika mereka lebih mencintai kekufuran atas keimanan
  2. وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَwa-man yatawallahum minkum fa-ulaa'ika humu zh-zhaalimuunadan siapa pun di antara kalian yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. لَاlaajanganlah
  6. تَتَّخِذُواtattakhidzuukalian mengambil
  7. آبَاءَكُمْaabaa'akumbapak-bapak kalian
  8. وَإِخْوَانَكُمْwa-ikhwaanakumdan saudara-saudara kalian
  9. أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
  10. إِنِinijika
  11. اسْتَحَبُّواstahabbuumereka lebih menyukai
  12. الْكُفْرَl-kufrakekufuran
  13. عَلَى'alaaatas
  14. الْإِيمَانِl-iimaanikeimanan
  15. وَمَنْwa-mandan orang yang
  16. يَتَوَلَّهُمْyatawallahummenjadikan mereka pelindung
  17. مِنْكُمْminkumdari kalian
  18. فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
  19. هُمُhumumerekalah
  20. الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim

Inti bacaan

Larangan menjadikan bahkan bapak dan saudara kandung sebagai pelindung ditetapkan dengan syarat spesifik: jika mereka ‘lebih mencintai kekufuran atas keimanan’, bukan larangan mutlak terhadap hubungan keluarga, melainkan terhadap ketundukan pada keluarga yang aktif menarik ke arah yang salah. Konkretnya: ketika keluarga sendiri secara aktif mendorong ke arah yang bertentangan dengan nilai yang diyakini benar, kesetiaan pada nilai itu harus diprioritaskan di atas tekanan kekerabatan.

Penjelasan pilihan kata

'mereka itulah' (ulaa'ika, -ka) konsisten disiplin demonstratif-jauh.

Tafsiran

Batasan loyalitas di sini bersyarat, bukan mutlak: ikatan darah tetap dihormati kecuali ketika secara aktif memilih kekufuran melebihi keimanan; perpindahan pelindung dalam kondisi itu dianggap kezaliman, bukan pengkhianatan keluarga.

Renungan dan Hikmah

  • Larangan itu tidak berdiri sendiri; syaratnya menyusul langsung: jika mereka lebih mencintai kekufuran atas keimanan. Allah menaruh batasnya di kalimat yang sama. Aturan yang membawa syaratnya sendiri tidak bisa dipakai untuk memutus hubungan sembarangan.
  • Yang dilarang Allah menjadikan mereka pelindung, bukan mencintai atau berbakti kepada mereka. Kata yang dipakai tentang kepada siapa seseorang bersandar. Berbakti kepada orang tua dan bersandar pada arah mereka ternyata dua hal yang bisa dipisahkan.
  • Sebutan yang dipakai bagi yang melanggar orang-orang yang zalim, bukan yang lemah iman. Kata tentang menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Yang keliru dalam ayat ini bukan besarnya cinta, melainkan urutan tempat yang diberikan kepadanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).