يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis. Oleh karena itu, janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kalian khawatir menjadi miskin, Allah nanti akan mencukupkan kalian dari karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah berilmu lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَاyaa ayyuhaa lladziina aamanuu innamaa l-musyrikuuna najasun fa-laa yaqrabuu l-masjida l-haraama ba'da 'aamihim haadzaawahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, oleh karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini
- وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَwa-in khiftum 'aylatan fa-sawfa yughniikumu llaahu min fadhlihi in syaa'adan jika kalian khawatir menjadi miskin, Allah nanti akan mencukupkan kalian dari karunia-Nya jika Dia menghendaki
- إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌinna llaaha 'aliimun hakiimunsesungguhnya Allah berilmu lagi penuh hikmah
Terjemahan per kata (28 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- الْمُشْرِكُونَl-musyrikuunaorang-orang musyrik
- نَجَسٌnajasunnajis
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- يَقْرَبُواyaqrabuumereka mendekati
- الْمَسْجِدَl-masjidamasjid
- الْحَرَامَl-haraamayang suci
- بَعْدَba'dasesudah
- عَامِهِمْ'aamihimtahun mereka
- هَٰذَاhaadzaaini
- وَإِنْwa-indan jika
- خِفْتُمْkhiftumkalian takut
- عَيْلَةً'aylatankemiskinan
- فَسَوْفَfa-sawfamaka kelak
- يُغْنِيكُمُyughniikumumencukupkan kalian
- اللَّهُllaahuAllah
- مِنْmindari
- فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
- إِنْinjika
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
- حَكِيمٌhakiimunbijaksana
Inti bacaan
Kekhawatiran kehilangan pendapatan ekonomi (dari perdagangan musim haji kaum musyrik) secara eksplisit dijawab dengan janji kecukupan dari karunia Allah, bukan diabaikan begitu saja. Konkretnya: ketika menjaga prinsip berarti kehilangan sumber pendapatan tertentu, ketakutan akan kerugian ekonomi jangan sampai membuat prinsip dikompromikan; ada ruang untuk percaya bahwa penghidupan bisa datang dari jalan lain.
Tafsiran
'Najis' di sini merujuk pada status ritual, bukan penilaian atas kondisi fisik atau moral individual: pelarangan mendekati tempat suci bersifat simbolis-struktural, bukan hukuman personal.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebutkan kekhawatiran mereka sebelum mereka mengucapkannya. Takut menjadi miskin. Keberatan yang wajar diangkat sendiri oleh yang memerintah.
- Jawabannya bukan menyangkal kerugiannya, melainkan menjanjikan kecukupan dari karunia-Nya. Diakui. Kehilangan itu tak dibantah, penggantinya yang disebut.
- Allah memberi tenggang: setelah tahun ini. Bukan seketika. Perubahan sebesar itu diberi jarak waktu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan). Satu titik mengubah seluruh makna, contoh sempurna haatuu burhaanakum. Bacaan kerja = yaqrabuu (baku; tag corpus 3MP) atas timbangan internal: (1) 48:27 la-tadkhulunna l-masjida l-haraama… aaminiina = janji ilahi kaum beriman AKAN MASUK Masjidilharam dgn aman, kontradiksi frontal bila mereka dilarang (QS 4:82); (2) alur 9:17-19 (pasase yang sama): musyrik TAK PANTAS memakmurkan masjid Allah, yang memakmurkan hanyalah yang beriman diterjemahkan 'biar MEREKA tak mendekat' = kesimpulan alami pasase; (3) bingkai 9:1-5 + 9:14: kaum beriman DOMINAN (proklamasi hari haji akbar), narasi 'beriman terusir' menabrak surah sendiri; (4) 'aamihim 'tahun MEREKA' (3MP) melanjutkan rujukan musyrik. 10/11 larangan laa+q-r-b lain semuanya orang-KEDUA (2:35, 2:187, 2:222, 4:43, 6:151, 6:152, 7:19, 12:60, 17:32, 17:34), 9:28 satu-satunya orang-ketiga; TAPI keseragaman itu terurai secara pragmatik: subjek larangan lain = lawan bicara, sedangkan melarang NON-addressee hanya mungkin via jusif orang-3 (lazim: 97× lintas verba). Nol varian ya/ta pada 10-qiraa'aat (nquran.com, dicek; kompendium shaadhdh belum terperiksa, dicatat sbg batas).