يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis. Oleh karena itu, janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kalian khawatir menjadi miskin, Allah nanti akan mencukupkan kalian dari karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah berilmu lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَاyaa ayyuhaa lladziina aamanuu innamaa l-mushrikuuna najasun fa-laa yaqrabuu l-masjida l-haraama ba'da aamihim haadzaawahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, oleh karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini
- وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَwa-in khiftum aylatan fa-sawfa yughniikumu llaahu min fadlihi in shaa'adan jika kalian khawatir menjadi miskin, Allah nanti akan mencukupkan kalian dari karunia-Nya jika Dia menghendaki
- إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌinna llaaha aliimun hakiimunsesungguhnya Allah berilmu lagi penuh hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga rendering). Lih.. sebagian penerjemah: 'O you who heed warning:1 those who ascribe a partnership2 are unclean; so approach not3 the inviolable place of worship4 after this their5 year. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita). Satu titik mengubah seluruh makna, contoh sempurna *haatuu burhaanakum*. (baku; tag corpus 3MP) atas timbangan internal: *la-tadkhulunna l-masjida l-haraama… aaminiina* = janji ilahi kaum beriman AKAN MASUK Masjidilharam dgn aman, kontradiksi frontal bila mereka dilarang (QS 4:82); alur (pasase yang sama): musyrik TAK PANTAS memakmurkan masjid Allah, yang memakmurkan hanyalah yang beriman diterjemahkan 'biar MEREKA tak mendekat' = kesimpulan alami pasase; bingkai 9:1-5 + 9:14: kaum beriman DOMINAN (proklamasi hari haji akbar), narasi 'beriman terusir' menabrak surah sendiri; *'aamihim* 'tahun MEREKA' (3MP) melanjutkan rujukan musyrik. 10/11 larangan *laa*+q-r-b lain semuanya orang-KEDUA (2:35, 2:187, 2:222, 4:43, 6:151, 6:152, 7:19, 12:60, 17:32, 17:34), 9:28 satu-satunya orang-ketiga; TAPI keseragaman itu terurai secara pragmatik: subjek larangan lain = lawan bicara, sedangkan melarang NON-addressee hanya mungkin via jusif orang-3 (lazim: 97× lintas verba). Nol varian ya/ta pada 10-qiraa'aat (nquran.com, dicek 19 Jul 2026; kompendium shaadhdh belum terperiksa, dicatat sbg batas). Riset penuh: -.
Aplikasi
Kekhawatiran kehilangan pendapatan ekonomi (dari perdagangan musim haji kaum musyrik) secara eksplisit dijawab dengan janji kecukupan dari karunia Allah, bukan diabaikan begitu saja. Konkretnya: ketika menjaga prinsip berarti kehilangan sumber pendapatan tertentu, ketakutan akan kerugian ekonomi jangan sampai membuat prinsip dikompromikan; ada ruang untuk percaya bahwa penghidupan bisa datang dari jalan lain.