وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang yang kufur sebelumnya. Allah membinasakan mereka. Bagaimana mereka dipalingkan?
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِwa-qaalati l-yahuudu 'uzayrun ibnu llaahi wa-qaalati n-nashaaraa l-masiihu ibnu llaahidan orang-orang Yahudi berkata, Uzair putra Allah, dan orang-orang Nasrani berkata, Al-Masih putra Allah
- ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْdzaalika qawluhum bi-afwaahihimitulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka
- يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُyudhaahi'uuna qawla lladziina kafaruu min qablumereka meniru ucapan orang-orang yang kufur sebelumnya
- قَاتَلَهُمُ اللَّهُqaatalahumu llaahuAllah membinasakan mereka
- أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَannaa yu'fakuunabagaimana mereka dipalingkan
Terjemahan per kata (23 kata)
- وَقَالَتِwa-qaalatidan berkata
- الْيَهُودُl-yahuuduorang-orang Yahudi
- عُزَيْرٌ'uzayrunUzair
- ابْنُibnuputra
- اللَّهِllaahiAllah
- وَقَالَتِwa-qaalatidan berkata
- النَّصَارَىn-nashaaraaorang-orang Nasrani
- الْمَسِيحُl-masiihuAl-Masih
- ابْنُibnuputra
- اللَّهِllaahiAllah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- قَوْلُهُمْqawluhumperkataan mereka
- بِأَفْوَاهِهِمْbi-afwaahihimdengan mulut mereka
- يُضَاهِئُونَyudhaahi'uunamereka menyerupai
- قَوْلَqawlaperkataan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- قَاتَلَهُمُqaatalahumumemerangi mereka
- اللَّهُllaahuAllah
- أَنَّىٰannaabagaimana
- يُؤْفَكُونَyu'fakuunamereka dipalingkan
Inti bacaan
Klaim teologis yang berat (mengangkat manusia menjadi ‘anak Allah’) disebut sekadar ‘ucapan dengan mulut-mulut mereka’ yang meniru ucapan orang-orang kufur sebelumnya, menyiratkan keyakinan itu diwarisi secara verbal, bukan hasil perenungan independen. Konkretnya: waspadai keyakinan besar yang dipegang teguh semata karena diwariskan turun-temurun dan diulang komunitas, tanpa pernah benar-benar diuji secara pribadi.
Penjelasan pilihan kata
'Uzair' dan 'Al-Masih' adalah nama diri eksplisit di Arab, bukan tambahan: berbeda dari kasus label nama-nabi-berkurung yg dihapus di ayat lain.
Tafsiran
Klaim ini disejajarkan dengan klaim kaum kufur terdahulu, bukan tuduhan baru, melainkan pengulangan pola lama pengagungan tokoh manusia melampaui kedudukan sewajarnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyandingkan dua ucapan dari dua kelompok yang saling berselisih. Isinya sejenis. Yang berbeda jauh dalam banyak hal ternyata bertemu di titik yang sama.
- Allah menambahkan keterangan itu ucapan dengan mulut mereka. Tidak ada dasarnya di luar itu. Sesuatu yang cuma diucapkan tidak menjadi lebih benar karena sering diulang.
- Allah menyebut mereka meniru ucapan orang-orang yang kufur sebelumnya. Bukan menemukan sendiri. Yang dianggap sebagai warisan sendiri ternyata pinjaman dari pihak yang mereka tolak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, b-n-y, a-l-h, n-s-r, f-w-h, d-h-a, k-f-r, q-b-l, q-t-l, a-n-y, a-f-k): ibn allaah diterjemahkan 'putra Allah'; yudaahi'uun diterjemahkan 'meniru/menyerupakan' (akar d-h-'); qaatalahumu llaah diterjemahkan 'Allah membinasakan/melaknat mereka' (idiom); yu'fakuun diterjemahkan 'dipalingkan' (akar '-f-k). Selaras.