اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan para rabi dan para rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan juga Al-Masih putra Maryam, padahal mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Tuhan Yang Esa. Tidak ada tuhan kecuali Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًاittakhadzuu ahbaarahum wa-ruhbaanahum arbaaban min duuni llaahi wa-l-masiiha bna maryama wa-maa umiruu illaa li-ya'buduu ilaahan waahidanmereka menjadikan para rabi dan para rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan juga Al-Masih putra Maryam, padahal mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Tuhan Yang Esa
  2. لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَlaa ilaaha illaa huwatidak ada tuhan kecuali Dia
  3. سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَsubhaanahu ammaa yushrikuunaMahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-kh-dz, h-b-r, r-h-b, r-b-b, d-w-n, a-l-h, b-n-y, a-m-r, '-b-d, w-h-d, s-b-h, sh-r-k): arbaaban min duun allaah diterjemahkan 'tuhan-tuhan (rabb-rabb) selain Allah', akar r-b-b: menaati rabi/rahib dalam menetapkan halal-haram = mempertuhankan mereka (inti kerangka diin=sistem nilai, ketaatan=ibadah); ya'buduu diterjemahkan 'menyembah' (akar '-b-d); ilaahan waahidan diterjemahkan 'Tuhan Yang Esa'. gloss '(Yahudi)/(Nasrani)/(Nasrani mempertuhankan)' dibuang.

Aplikasi

Pembelaan terjemahan ini menegaskan inti ayat ini: mempertuhankan bukan soal ritual penyembahan formal, melainkan soal menaati otoritas manusia (rabi, rahib) dalam menetapkan halal-haram tanpa mempertanyakannya, itu sudah setara mempertuhankan mereka. Konkretnya: ketaatan buta terhadap figur otoritas keagamaan atau institusional dalam menentukan benar-salah, tanpa pernah memverifikasi sendiri dasarnya, adalah bentuk mempertuhankan otoritas itu, pertanggungjawaban moral pribadi tidak bisa dialihkan sepenuhnya kepada figur yang dipercaya.