يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, tetapi Allah menolak kecuali menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kufur tidak menyukai.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَyuriiduuna an yuthfi'uu nuura llaahi bi-afwaahihim wa-ya'baa llaahu illaa an yutimma nuurahu wa-law kariha l-kaafiruunamereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, tetapi Allah menolak kecuali menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kufur tidak menyukai

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. يُرِيدُونَyuriiduunamereka menghendaki
  2. أَنْanuntuk
  3. يُطْفِئُواyuthfi'uumereka memadamkan
  4. نُورَnuuracahaya
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. بِأَفْوَاهِهِمْbi-afwaahihimdengan mulut mereka
  7. وَيَأْبَىwa-ya'baadan Allah menolak
  8. اللَّهُllaahuAllah
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. أَنْanbahwa
  11. يُتِمَّyutimmamenyempurnakan
  12. نُورَهُnuurahucahaya-Nya
  13. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  14. كَرِهَkarihamembenci
  15. الْكَافِرُونَl-kaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Upaya memadamkan kebenaran digambarkan sesederhana ‘dengan mulut mereka’, sekadar kata-kata dan retorika, dibandingkan dengan cahaya yang justru disempurnakan Allah. Konkretnya: kebenaran atau prinsip yang berakar kuat tidak akan padam hanya karena dilawan dengan kata-kata, fitnah, atau propaganda, ketekunan mempertahankan sesuatu yang benar tidak perlu goyah hanya karena serangan verbal, sebesar apa pun volumenya.

Tafsiran

Metafora 'memadamkan dengan mulut' menggambarkan usaha yang secara inheren tidak proporsional: kata-kata manusia dibandingkan dengan cahaya ilahi yang sumbernya jauh melampaui kemampuan siapa pun untuk memadamkannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka hendak memadamkan cahaya-Nya dengan mulut mereka. Alatnya kata. Perbandingan antara mulut dan cahaya sudah selesai sebelum kalimatnya berakhir.
  • Allah menyebut Dia menolak kecuali menyempurnakan cahaya-Nya. Bukan sekadar menjaga. Usaha memadamkan dijawab dengan penambahan, bukan dengan pertahanan.
  • Penutupnya menyebut walaupun mereka tidak menyukai. Ketidaksukaan itu diakui ada. Yang berjalan tetap berjalan, dan penolakan tak dijadikan alasan menundanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-w-d, t-f-a, n-w-r, a-l-h, f-w-h, a-b-y, t-m-m, k-r-h, k-f-r): yutfi'uu diterjemahkan 'memadamkan' (akar t-f-'); nuur allaah diterjemahkan 'cahaya Allah' (terjemahan lain menyisipkan '(agama)', dibuang); yutimma diterjemahkan 'menyempurnakan' (akar t-m-m); kariha diterjemahkan 'tidak menyukai' (akar k-r-h putaran KRH). gloss '(agama)/(ucapan)' dibuang.