يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, tetapi Allah menolak kecuali menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kufur tidak menyukai.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَyuriiduuna an yutfi'uu nuura llaahi bi-afwaahihim wa-ya'baa llaahu illaa an yutimma nuurahu wa-law kariha l-kaafiruunamereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, tetapi Allah menolak kecuali menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kufur tidak menyukai
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-w-d, t-f-a, n-w-r, a-l-h, f-w-h, a-b-y, t-m-m, k-r-h, k-f-r): yutfi'uu diterjemahkan 'memadamkan' (akar t-f-'); nuur allaah diterjemahkan 'cahaya Allah' (terjemahan lain menyisipkan '(agama)', dibuang); yutimma diterjemahkan 'menyempurnakan' (akar t-m-m); kariha diterjemahkan 'tidak menyukai' (akar k-r-h putaran KRH). gloss '(agama)/(ucapan)' dibuang.

Aplikasi

Upaya memadamkan kebenaran digambarkan sesederhana ‘dengan mulut mereka’, sekadar kata-kata dan retorika, dibandingkan dengan cahaya yang justru disempurnakan Allah. Konkretnya: kebenaran atau prinsip yang berakar kuat tidak akan padam hanya karena dilawan dengan kata-kata, fitnah, atau propaganda, ketekunan mempertahankan sesuatu yang benar tidak perlu goyah hanya karena serangan verbal, sebesar apa pun volumenya.