يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya banyak dari para rabi dan rahib benar-benar memakan harta manusia dengan batil dan menghalangi dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka kabarkanlah kepada mereka azab yang pedih,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِyaa ayyuhaa lladziina aamanuu inna katsiiran mina l-ahbaari wa-r-ruhbaani la-ya'kuluuna amwaala n-naasi bi-l-baatili wa-yasudduuna an sabiili llaahiwahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya banyak dari para rabi dan rahib benar-benar memakan harta manusia dengan batil dan menghalangi dari jalan Allah
- وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍwa-lladziina yaknizuuna dz-dzahaba wa-l-fiddata wa-laa yunfiquunahaa fii sabiili llaahi fa-bashshirhum bi-adzaabin aliimindan orang-orang yang menimbun emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka kabarkanlah kepada mereka azab yang pedih
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-m-n, k-ts-r, h-b-r, r-h-b, a-k-l, m-w-l, n-w-s, b-t-l, s-d-d, s-b-l, a-l-h, k-n-z, dz-h-b, f-d-d, n-f-q, b-sh-r, '-dz-b, a-l-m): ya'kuluuna amwaal an-naas bi-l-baatil diterjemahkan 'memakan harta manusia dengan batil'; yasudduun diterjemahkan 'menghalangi' (akar s-d-d); yaknizuun diterjemahkan 'menimbun' (akar k-n-z); yunfiquun diterjemahkan 'menginfakkan' (akar n-f-q NFQ); bashshir diterjemahkan 'kabarkanlah' (akar b-sh-r, ironis spt 4:138). gloss '(manusia)/(bahwa mereka akan mendapat)' dibuang.
Aplikasi
Kritik di sini menyasar dua dosa berbeda tapi berkaitan: memakan harta orang lain secara batil (eksploitasi aktif), dan menimbun kekayaan tanpa menyalurkannya di jalan Allah (kikir struktural), keduanya sama-sama menghalangi jalan Allah. Konkretnya: kekayaan yang diperoleh secara tidak adil dan kekayaan yang disimpan tanpa pernah disalurkan untuk kebaikan sosial adalah dua wajah dari masalah yang sama, keserakahan aktif maupun kikir pasif sama-sama merusak jalinan sosial yang sehat.