يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ
Pada hari ketika ia dipanaskan dalam api Jahanam, lalu disetrikakan dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka, “Inilah apa yang kalian timbun untuk diri kalian; maka rasakanlah apa yang selama ini kalian timbun.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْyawma yuhmaa 'alayhaa fii naari jahannama fa-tukwaa bihaa jibaahuhum wa-junuubuhum wa-zhuhuuruhumpada hari ketika ia dipanaskan dalam api Jahanam, lalu disetrikakan dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka
- هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَhaadzaa maa kanaztum li-anfusikum fa-dzuuquu maa kuntum taknizuunainilah apa yang kalian timbun untuk diri kalian, maka rasakanlah apa yang selama ini kalian timbun
Terjemahan per kata (19 kata)
- يَوْمَyawmahari
- يُحْمَىٰyuhmaadipanaskan
- عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
- فِيfiidalam
- نَارِnaariapi
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- فَتُكْوَىٰfa-tukwaamaka disetrika
- بِهَاbihaadengannya
- جِبَاهُهُمْjibaahuhumdahi mereka
- وَجُنُوبُهُمْwa-junuubuhumdan lambung mereka
- وَظُهُورُهُمْwa-zhuhuuruhumdan punggung mereka
- هَٰذَاhaadzaaini
- مَاmaaapa yang
- كَنَزْتُمْkanaztumkalian simpan
- لِأَنْفُسِكُمْli-anfusikumuntuk diri kalian
- فَذُوقُواfa-dzuuquumaka rasakanlah kalian
- مَاmaaapa yang
- كُنْتُمْkuntumkalian selalu
- تَكْنِزُونَtaknizuunakalian simpan
Inti bacaan
Gambaran menyakitkan (harta yang ditimbun justru ‘disetrikakan’ pada dahi, lambung, punggung mereka sendiri) menegaskan bahwa harta yang ditimbun tanpa fungsi sosial berbalik menjadi beban, bukan pelindung. Konkretnya: kekayaan yang hanya ditumpuk tanpa pernah dibagikan atau diproduktifkan pada akhirnya tidak melindungi pemiliknya, ia menjadi sumber penderitaan itu sendiri, gambaran keras bahwa hoarding murni adalah investasi pada penderitaan, bukan keamanan.
Tafsiran
Bagian tubuh yang disebutkan (dahi, lambung, punggung), bukan detail acak, melainkan simbolisasi menyeluruh dari harta yang ditimbun di depan (dahi, dipamerkan) dan disembunyikan (punggung, lambung): konsekuensi menjangkau setiap dimensi keserakahan itu.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut dahi, lambung, dan punggung. Tiga bagian tubuh. Yang disebut justru bagian yang dipakai memalingkan wajah, berpaling, dan membelakangi.
- Allah menyebut yang dipanaskan itu apa yang mereka timbun. Bahannya milik mereka. Yang membakar bukan sesuatu yang didatangkan, melainkan yang mereka kumpulkan sendiri.
- Allah menyebut mereka menimbunnya untuk diri kalian. Kalimat itu dipakai apa adanya. Niat menyimpan untuk diri sendiri ternyata terpenuhi persis seperti yang dimaksudkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar y-w-m, h-m-y, n-w-r, k-w-y, j-b-h, j-n-b, zh-h-r, k-n-z, n-f-s, dz-w-q, k-w-n): yuhmaa diterjemahkan 'dipanaskan' (akar h-m-y); tukwaa diterjemahkan 'disetrikakan/dibakar' (akar k-w-y); jibaah/junuub/zhuhuur diterjemahkan 'dahi/lambung/punggung'; kanaztum/taknizuun diterjemahkan 'menimbun' (akar k-n-z). gloss '(emas dan perak)/(seraya dikatakan)/(harta)/(tidak diinfakkan)' dibuang.