إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam Kitab Allah, pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah pertanggungjawaban yang lurus. Maka janganlah kalian menzalimi diri kalian padanya. Dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌinna 'iddata sy-syuhuuri 'inda llaahi tsnaa 'asyara syahran fii kitaabi llaahi yawma khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha minhaa arba'atun hurumunsesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam Kitab Allah, pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram
  2. ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُdzaalika d-diinu l-qayyimuitulah pertanggungjawaban yang lurus
  3. فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْfa-laa tazhlimuu fiihinna anfusakummaka janganlah kalian menzalimi diri kalian padanya
  4. وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةًwa-qaatiluu l-musyrikiina kaaffatan ka-maa yuqaatiluunakum kaaffatandan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya
  5. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَwa-'lamuu anna llaaha ma'a l-muttaqiinadan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa

Terjemahan per kata (36 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. عِدَّةَ'iddatabilangan
  3. الشُّهُورِsy-syuhuuribulan
  4. عِنْدَ'indadi sisi
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. اثْنَاtsnaadua belas
  7. عَشَرَ'asyarasepuluh
  8. شَهْرًاsyahranbulan
  9. فِيfiidalam
  10. كِتَابِkitaabikitab
  11. اللَّهِllaahiAllah
  12. يَوْمَyawmahari
  13. خَلَقَkhalaqamenciptakan
  14. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  15. وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
  16. مِنْهَاminhaadarinya
  17. أَرْبَعَةٌarba'atunempat
  18. حُرُمٌhurumunihram
  19. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  20. الدِّينُd-diinuagama
  21. الْقَيِّمُl-qayyimuyang lurus
  22. فَلَاfa-laamaka janganlah
  23. تَظْلِمُواtazhlimuukalian menzalimi
  24. فِيهِنَّfiihinnapada mereka
  25. أَنْفُسَكُمْanfusakumdiri kalian
  26. وَقَاتِلُواwa-qaatiluudan perangilah kalian
  27. الْمُشْرِكِينَl-musyrikiinaorang-orang musyrik
  28. كَافَّةًkaaffatanseluruhnya
  29. كَمَاka-maasebagaimana
  30. يُقَاتِلُونَكُمْyuqaatiluunakummereka memerangi kalian
  31. كَافَّةًkaaffatanseluruhnya
  32. وَاعْلَمُواwa-'lamuudan ketahuilah kalian
  33. أَنَّannabahwa
  34. اللَّهَllaahaAllah
  35. مَعَma'abersama
  36. الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa

Inti bacaan

Sistem kalender (dua belas bulan, empat di antaranya suci) disebut sebagai bagian dari ‘pertanggungjawaban yang lurus’, tatanan alami yang sudah ditetapkan sejak penciptaan, dan larangannya adalah menzalimi diri sendiri di dalamnya. Konkretnya: ada tatanan (waktu, musim, ritme) yang sebaiknya dihormati apa adanya daripada dimanipulasi demi kepentingan sesaat, melanggar tatanan yang sudah mapan demi kenyamanan jangka pendek pada akhirnya merugikan diri sendiri.

Tafsiran

Empat bulan haram di sini merujuk pada sistem penanggalan yang sudah dikenal sejak lama sebelum ayat ini, bukan penetapan baru, melainkan penegasan kembali batas yang harus dihormati, kini dikaitkan langsung dengan larangan menzalimi diri sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut bilangan bulan itu dua belas, ditetapkan pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Bukan kesepakatan manusia. Yang diatur bukan penanggalan, melainkan sesuatu yang sudah berjalan sejak awal.
  • Dari dua belas itu, Allah menyebut empat sebagai bulan haram. Sepertiga tahun. Yang disisihkan bukan sehari atau sepekan, melainkan bagian yang cukup besar untuk mengubah kebiasaan.
  • Larangan yang Allah sebut menzalimi diri kalian di dalamnya. Bukan menzalimi orang lain. Pelanggaran pada waktu yang dimuliakan disebut sebagai kerugian bagi pelakunya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout kelompok (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar. akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).