إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Sesungguhnya penundaan hanyalah penambahan dalam kekufuran. Dengannya orang-orang yang kufur disesatkan. Mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya suatu tahun, agar mereka menyesuaikan bilangan yang Allah haramkan, lalu mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan. Dihiasi bagi mereka keburukan amal mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kufur.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِinnamaa n-nasii'u ziyaadatun fii l-kufrisesungguhnya penundaan hanyalah penambahan dalam kekufuran
  2. يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُyudhallu bihi lladziina kafaruu yuhilluunahu 'aaman wa-yuharrimuunahu 'aaman li-yuwaathi'uu 'iddata maa harrama llaahu fa-yuhilluu maa harrama llaahudengannya orang-orang yang kufur disesatkan, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya suatu tahun, agar mereka menyesuaikan bilangan yang Allah haramkan, lalu mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan
  3. زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْzuyyina lahum suu'u a'maalihimdihiasi bagi mereka keburukan amal mereka
  4. وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَwa-llaahu laa yahdii l-qawma l-kaafiriinadan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kufur

Terjemahan per kata (31 kata)

  1. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  2. النَّسِيءُn-nasii'upengunduran bulan
  3. زِيَادَةٌziyaadatuntambahan
  4. فِيfiidalam
  5. الْكُفْرِl-kufrikekufuran
  6. يُضَلُّyudhalludisesatkan
  7. بِهِbihidengannya
  8. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  9. كَفَرُواkafaruukufur
  10. يُحِلُّونَهُyuhilluunahumereka menghalalkannya
  11. عَامًا'aamantahun
  12. وَيُحَرِّمُونَهُwa-yuharrimuunahudan mereka mengharamkannya
  13. عَامًا'aamantahun
  14. لِيُوَاطِئُواli-yuwaathi'uuagar mereka menyesuaikan
  15. عِدَّةَ'iddatabilangan
  16. مَاmaaapa yang
  17. حَرَّمَharramamengharamkan
  18. اللَّهُllaahuAllah
  19. فَيُحِلُّواfa-yuhilluumaka mereka menghalalkan
  20. مَاmaaapa yang
  21. حَرَّمَharramamengharamkan
  22. اللَّهُllaahuAllah
  23. زُيِّنَzuyyinadihiasi
  24. لَهُمْlahumbagi mereka
  25. سُوءُsuu'ukeburukan
  26. أَعْمَالِهِمْa'maalihimamal-amal mereka
  27. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  28. لَاlaatidak
  29. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  30. الْقَوْمَl-qawmakaum
  31. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur

Inti bacaan

Nasii’ dikecam bukan karena mengubah kalender itu sendiri, melainkan karena pola manipulasinya: ‘menghalalkan suatu tahun dan mengharamkan tahun lain’ agar sesuai kepentingan sambil tetap menjaga hitungan total, kepatuhan formal yang menyembunyikan pelanggaran substansial. Konkretnya: waspadai kecenderungan memanipulasi aturan secara teknis agar tampak patuh di permukaan sementara substansinya dilanggar sesuai kepentingan sesaat, kepatuhan genuine berarti menghormati maksud aturan, bukan hanya menjaga penampilan kepatuhan.

Tafsiran

'An-nasii'' merujuk pada praktik pra-lama masyarakat Arab menunda kesucian salah satu bulan haram ke bulan lain demi kepentingan perang atau perdagangan: manipulasi kalender demi kepentingan pribadi ini dikategorikan sebagai penambahan kekufuran, bukan sekadar pelanggaran administratif.

Renungan dan Hikmah

  • Yang mereka jaga jumlah bulannya, dan yang mereka langgar kesuciannya. Hitungannya tetap genap. Allah menyebut kepatuhan yang menjaga angka sambil membuang maksudnya sebagai penambahan dalam kekufuran, bukan sebagai pelanggaran kecil.
  • Yang digambarkan aturan yang berpindah-pindah mengikuti keperluan. Tahun ini boleh, tahun depan tidak. Sesuatu yang bisa digeser sesuai kebutuhan sudah berhenti menjadi aturan; ia cuma nama lain dari keinginan.
  • Allah menyebut keburukan amal mereka dihiasi bagi mereka. Mereka tidak merasa sedang menyiasati apa pun. Yang paling sulit dibongkar dari sebuah siasat memang ketika pelakunya sendiri sudah percaya bahwa itu bukan siasat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-s-a, z-y-d, k-f-r, d-l-l, h-l-l, '-w-m, h-r-m, w-t-a, '-d-d, a-l-h, z-y-n, s-w-a, '-m-l, h-d-y, q-w-m): nasii' diterjemahkan 'penundaan (bulan haram)' (akar n-s-'); yudallu diterjemahkan 'disesatkan' (akar d-l-l putaran 78); yuhilluun/yuharrimuun diterjemahkan 'menghalalkan/mengharamkan' (akar h-l-l, akar h-r-m); yuwaati'uu diterjemahkan 'menyesuaikan' (akar w-t-'); zuyyina diterjemahkan 'dihiasi' (akar z-y-n). gloss '(bulan haram)/(pengunduran)/(Oleh setan)' dibuang.