يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ
Wahai orang-orang yang beriman, mengapa apabila dikatakan kepada kalian, “Berangkatlah di jalan Allah,” kalian merasa berat ke bumi? Apakah kalian ridza dengan kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal kenikmatan hidup dunia dibanding akhirat hanyalah sedikit.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِyaa ayyuhaa lladziina aamanuu maa lakum idzaa qiila lakumu nfiruu fii sabiili llaahi tsaaqaltum ilaa l-ardhiwahai orang-orang yang beriman, mengapa apabila dikatakan kepada kalian, berangkatlah di jalan Allah, kalian merasa berat ke bumi
- أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِa-radhiitum bi-l-hayaati d-dunyaa mina l-aakhiratiapakah kalian ridza dengan kehidupan dunia daripada akhirat
- فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌfa-maa mataa'u l-hayaati d-dunyaa fii l-aakhirati illaa qaliilunpadahal kenikmatan hidup dunia dibanding akhirat hanyalah sedikit
Terjemahan per kata (29 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- مَاmaamengapa
- لَكُمْlakumkepada kalian
- إِذَاidzaaapabila
- قِيلَqiiladikatakan
- لَكُمُlakumubagi kalian
- انْفِرُواnfiruuberangkatlah kalian
- فِيfiidi
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- اثَّاقَلْتُمْtsaaqaltumkalian merasa berat
- إِلَىilaakepada
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- أَرَضِيتُمْa-radhiitumapakah kalian rela
- بِالْحَيَاةِbi-l-hayaatidengan kehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- مِنَminadari
- الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
- فَمَاfa-maamaka tidaklah
- مَتَاعُmataa'ukesenangan
- الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- فِيfiipada
- الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
- إِلَّاillaakecuali
- قَلِيلٌqaliilunyang sedikit
Inti bacaan
Keengganan bergerak digambarkan fisik (‘merasa berat ke bumi’) ketika diminta melakukan sesuatu yang menuntut pengorbanan, dan pertanyaan retorisnya menyingkap prioritas sebenarnya: memilih kenikmatan dunia yang sedikit dibanding akhirat. Konkretnya: perhatikan momen ketika tubuh dan hati terasa ‘berat’ untuk bertindak sesuai apa yang diyakini benar, keengganan fisik semacam itu sering menyingkap prioritas nyata seseorang yang berbeda dari yang diklaimnya secara verbal.
Tafsiran
Keengganan berangkat digambarkan secara fisik ('merasa berat ke bumi'), bukan sekadar keengganan mental, melainkan kelekatan konkret pada kenyamanan yang justru tidak sebanding nilainya dengan apa yang dikorbankan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menggambarkan mereka merasa berat ke bumi. Seperti tertarik ke bawah. Yang menahan bukan keberatan yang bisa diucapkan, melainkan sesuatu yang menarik dari arah lain.
- Allah bertanya apakah kalian rida dengan kehidupan dunia daripada akhirat. Yang dipersoalkan pilihannya. Berat itu diberi nama: bukan lelah, melainkan lebih suka.
- Allah menyebut kenikmatan hidup dunia di akhirat hanyalah sedikit. Perbandingannya diberikan. Yang menahan seseorang tetap duduk diukur terhadap yang membuatnya harus berdiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-m-n, q-w-l, n-f-r, s-b-l, a-l-h, ts-q-l, a-r-d, r-d-w, h-y-y, d-n-w, a-kh-r, m-t-', q-l-l): infiruu diterjemahkan 'berangkatlah' (akar n-f-r); iththaaqaltum diterjemahkan 'merasa berat' (akar ts-q-l); radiitum diterjemahkan 'ridha' (akar r-d-w); mataa' diterjemahkan 'kenikmatan'. gloss '(untuk berperang)/(kehidupan)' dibuang.