إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Jika kalian tidak menolongnya, sungguh Allah telah menolongnya, ketika orang-orang yang kufur mengusirnya, sedangkan dia salah satu dari dua orang, ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya, memperkuatnya dengan bala tentara yang tidak kalian lihat, dan Dia menjadikan seruan orang-orang yang kufur rendah. Dan firman Allah, ia yang tinggi. Dan Allah digdaya lagi penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَاillaa tansuruuhu fa-qad nasarahu llaahu idz akhrajahu lladziina kafaruu tsaaniya tsnayni idz humaa fii l-ghaari idz yaquulu li-saahibihi laa tahzan inna llaaha ma'anaajika kalian tidak menolongnya, sungguh Allah telah menolongnya, ketika orang-orang yang kufur mengusirnya, sedangkan dia salah satu dari dua orang, ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita
  2. فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰfa-anzala llaahu sakiinatahu alayhi wa-ayyadahu bi-junuudin lam tarawhaa wa-ja'ala kalimata lladziina kafaruu s-suflaamaka Allah menurunkan ketenangan kepadanya, memperkuatnya dengan bala tentara yang tidak kalian lihat, dan Dia menjadikan seruan orang-orang yang kufur rendah
  3. وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَاwa-kalimatu llaahi hiya l-ulyaadan firman Allah, ia yang tinggi
  4. وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌwa-llaahu aziizun hakiimundan Allah digdaya lagi penuh hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)

in lam tansuruuhu / laa tarawnahaa = 2MP diterjemahkan kalian; 'janganlah engkau bersedih' = laa tahzan 2MS (kpd sahabat) SAH. aziizun hakiim INDEF diterjemahkan 'digdaya' kecil. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.

Aplikasi

Momen paling genting (bersembunyi di gua, dikejar musuh) dijawab bukan dengan tambahan kekuatan fisik, melainkan dengan kalimat penenang ‘Allah bersama kita’ dan ketenangan batin yang diturunkan. Konkretnya: dalam krisis yang tampak nyaris tanpa jalan keluar dan minim dukungan, yang menyelamatkan pertama-tama adalah ketenangan batin yang berakar pada keyakinan, bukan kalkulasi kekuatan yang tersedia, kepercayaan itu sendiri adalah sumber daya, bukan pengganti kenyataan.