عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ
Allah memaafkanmu. Mengapa engkau memberi izin kepada mereka sehingga jelas bagimu orang-orang yang berkata jujur dan sehingga engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ'afaa llaahu 'anka li-ma adzinta lahum hattaa yatabayyana laka lladziina shadaquu wa-ta'lama l-kaadzibiinaAllah memaafkanmu, mengapa engkau memberi izin kepada mereka sehingga jelas bagimu orang-orang yang berkata jujur dan sehingga engkau mengetahui orang-orang yang berdusta
Terjemahan per kata (13 kata)
- عَفَا'afaamemaafkan
- اللَّهُllaahuAllah
- عَنْكَ'ankadarimu
- لِمَli-mamengapa
- أَذِنْتَadzintaengkau mengizinkan
- لَهُمْlahumkepada mereka
- حَتَّىٰhattaasampai
- يَتَبَيَّنَyatabayyanamenjadi jelas
- لَكَlakabagimu
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- صَدَقُواshadaquubenar
- وَتَعْلَمَwa-ta'lamadan engkau mengetahui
- الْكَاذِبِينَl-kaadzibiinapara pendusta
Inti bacaan
Bahkan Nabi ditegur halus karena terlalu cepat memberi izin (pengecualian) tanpa dulu memastikan mana yang benar-benar berhalangan dan mana yang berdusta, kelonggaran yang diberikan tanpa verifikasi terlebih dahulu bisa jadi kekeliruan, meski niatnya baik. Konkretnya: memberi kelonggaran atau pengecualian kepada orang lain tanpa lebih dulu berusaha memastikan alasan mereka genuine (bukan sekadar percaya begitu saja) bisa jadi kebaikan yang keliru arah, kebaikan hati perlu diimbangi dengan usaha verifikasi yang wajar, bukan kepercayaan buta.
Tafsiran
Teguran ini bersifat halus (dibuka dengan 'Allah memaafkanmu') namun substansinya tegas: pemberian izin tanpa verifikasi terlebih dahulu menghalangi terungkapnya siapa yang jujur dan siapa yang berdusta, sebuah pelajaran tentang pentingnya menunda keputusan sampai kejelasan didapat.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut memaafkan lebih dahulu, baru kemudian menegur. Urutannya terbalik dari kebiasaan orang. Teguran yang dibuka dengan pemaafan tidak lagi mengancam kedudukan orang yang ditegur, sehingga isinya bisa didengar utuh.
- Yang ditegur bukan kelalaian atau kekerasan, melainkan terlalu cepat memberi izin. Kebaikan hati yang keliru waktunya. Yang paling sulit dikenali sebagai kekeliruan memang perbuatan yang terasa baik pada saat dikerjakan.
- Allah menyebut yang hilang bukan kedisiplinan, melainkan kesempatan mengetahui siapa yang jujur. Izin itu menutup ujian yang sedang berjalan. Ada kemurahan yang menghapus satu-satunya cara memisahkan yang sungguh-sungguh dari yang tidak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…Allah memaafkanmu (Nabi Muhammad). Mengapa…”. -f-w: 31/31 selaras; afuwwun ghafuur = komplementer hapus+tutup, bukan pengulangan. Dalam ayat ini, “'afaa” tanpa kata sandang al-.