وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ

Dan sekiranya mereka hendak berangkat, tentu mereka menyiapkan persiapan untuknya, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia menahan mereka, dan dikatakan, “Duduklah kalian bersama orang-orang yang duduk.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَwa-law araaduu l-khuruuja la-a'adduu lahu uddatan wa-laakin kariha llaahu nbi'aatsahum fa-tsabbatahum wa-qiila q'uduu ma'a l-qaa'idiinadan sekiranya mereka hendak berangkat, tentu mereka menyiapkan persiapan untuknya, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia menahan mereka, dan dikatakan, duduklah kalian bersama orang-orang yang duduk
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-w-d, kh-r-j, '-d-d, k-r-h, a-l-h, b-'-ts, ts-b-t, q-w-l, q-'-d): a'adduu uddah diterjemahkan 'menyiapkan persiapan' (akar '-d-d); kariha diterjemahkan 'tidak menyukai' (akar k-r-h KRH); inbi'aath diterjemahkan 'keberangkatan' (akar b-'-ts); thabbata diterjemahkan 'menahan (melemahkan tekad)' (akar ts-b-t). gloss '(sejak semula)/(mereka memang enggan…)' dibuang.

Aplikasi

Indikator niat genuine adalah persiapan nyata: 'sekiranya mereka hendak berangkat, tentu mereka menyiapkan persiapan untuknya', ketiadaan usaha persiapan nyata menyingkap ketiadaan niat sesungguhnya. Konkretnya: niat yang genuine biasanya tercermin dalam persiapan dan usaha nyata yang dilakukan sebelumnya, bukan sekadar pernyataan verbal, memeriksa apakah tindakan persiapan nyata menyertai klaim niat (baik pada diri sendiri maupun orang lain) adalah cara yang lebih jujur menilai keseriusan sebuah komitmen.