وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ ائْذَنْ لِي وَلَا تَفْتِنِّي ۚ أَلَا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا ۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ
Dan di antara mereka ada yang berkata, “Berilah aku izin dan janganlah engkau menjerumuskanku ke dalam fitnah.” Ketahuilah, ke dalam fitnah mereka telah jatuh. Dan sesungguhnya Jahanam benar-benar meliputi orang-orang yang kufur.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ ائْذَنْ لِي وَلَا تَفْتِنِّيwa-minhum man yaquulu idzan lii wa-laa taftinniidan di antara mereka ada yang berkata, berilah aku izin dan janganlah engkau menjerumuskanku ke dalam fitnah
- أَلَا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُواalaa fii l-fitnati saqathuuketahuilah, ke dalam fitnah mereka telah jatuh
- وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَwa-inna jahannama la-muhiithatun bi-l-kaafiriinadan sesungguhnya Jahanam benar-benar meliputi orang-orang yang kufur
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَمِنْهُمْwa-minhumdan di antara mereka
- مَنْmanorang yang
- يَقُولُyaquuluberkata
- ائْذَنْidzanizinkanlah
- لِيliibagiku
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تَفْتِنِّيtaftinniiengkau menjerumuskanku
- أَلَاalaaketahuilah
- فِيfiike dalam
- الْفِتْنَةِl-fitnatifitnah
- سَقَطُواsaqathuumereka terjerumus
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- لَمُحِيطَةٌla-muhiithatunbenar-benar meliputi
- بِالْكَافِرِينَbi-l-kaafiriinapada orang-orang yang kufur
Inti bacaan
Ironi tajam: seseorang meminta dijauhkan dari 'fitnah (ujian)' lewat cara menghindari tanggung jawab, padahal 'ke dalam fitnah mereka telah jatuh' justru lewat penghindaran itu sendiri. Konkretnya: berusaha menghindari kesulitan/ujian dengan cara menghindari tanggung jawab sering justru menjerumuskan ke masalah yang lebih dalam, permainan kata ini mengungkap self-deception: alasan yang tampak bijak untuk menghindar sering justru bentuk lain dari kegagalan yang sama.
Tafsiran
Ironi tajam: permintaan menghindari fitnah justru diucapkan oleh orang yang sudah tenggelam di dalamnya, kebutaan terhadap kondisi diri sendiri menjadi ciri khas yang berulang dalam pericope ini.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam mereka meminta izin agar tidak dijerumuskan ke dalam fitnah. Alasannya terdengar saleh. Yang paling meyakinkan dari sebuah dalih adalah bahwa ia memakai kata yang benar.
- Allah menjawab: ke dalam fitnah mereka telah jatuh. Yang mereka hindari sudah mereka masuki. Menolak dengan alasan menghindari bahaya ternyata bentuk dari bahaya itu sendiri.
- Penutupnya menyebut Jahanam meliputi orang-orang kafir. Kata meliputi dipakai. Yang mereka kira bisa dihindari dengan tinggal di rumah digambarkan sudah mengelilingi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-dz-n, f-t-n, s-q-t, h-w-t, k-f-r): i'dhan lii diterjemahkan 'berilah aku izin' (akar '-dz-n); taftinnii diterjemahkan 'menjerumuskanku ke fitnah' (akar f-t-n), permainan kata: memohon lepas dari fitnah, padahal justru jatuh ke fitnah; muhiitah diterjemahkan 'meliputi' (akar h-w-t). gloss '(tidak pergi berperang)/(Nabi Muhammad)/(dengan keengganannya…)' dibuang.