إِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَإِنْ تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُوا قَدْ أَخَذْنَا أَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَهُمْ فَرِحُونَ
Jika kebaikan menimpamu, ia menyusahkan mereka. Dan jika bencana menimpamu, mereka berkata, “Sungguh kami telah mengambil urusan kami sebelumnya,” dan mereka berpaling dengan gembira.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْin tushibka hasanatun tasu'humjika kebaikan menimpamu, ia menyusahkan mereka
- وَإِنْ تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُوا قَدْ أَخَذْنَا أَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَهُمْ فَرِحُونَwa-in tushibka mushiibatun yaquuluu qad akhadznaa amranaa min qablu wa-yatawallaw wa-hum farihuunadan jika bencana menimpamu, mereka berkata, sungguh kami telah mengambil urusan kami sebelumnya, dan mereka berpaling dengan gembira
Terjemahan per kata (16 kata)
- إِنْinjika
- تُصِبْكَtushibkamenimpamu
- حَسَنَةٌhasanatunkebaikan
- تَسُؤْهُمْtasu'hummenyusahkan mereka
- وَإِنْwa-indan jika
- تُصِبْكَtushibkamenimpamu
- مُصِيبَةٌmushiibatunmusibah
- يَقُولُواyaquuluumereka berkata
- قَدْqadsungguh
- أَخَذْنَاakhadznaakami mengambil
- أَمْرَنَاamranaaurusan kami
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- وَيَتَوَلَّوْاwa-yatawallawdan mereka berpaling
- وَهُمْwa-humdan mereka
- فَرِحُونَfarihuunaorang-orang yang bergembira
Inti bacaan
Diagnosis tajam terhadap permusuhan tersembunyi: kebaikan yang menimpamu 'menyusahkan mereka', sementara kesulitanmu membuat mereka 'berpaling dengan gembira' sambil mengklaim sudah meramalkannya. Konkretnya: kegembiraan diam-diam atas kesulitan orang lain (bahkan sambil berpura-pura prihatin atau bijak) adalah tanda permusuhan tersembunyi yang layak dikenali, memeriksa reaksi jujur diri sendiri terhadap keberhasilan/kegagalan orang lain menyingkap ketulusan hubungan yang sebenarnya.
Tafsiran
Kegembiraan mereka justru muncul saat bencana menimpa, bukan saat kebaikan: pembalikan respons emosional ini menyingkap bahwa kepentingan mereka bertentangan langsung dengan keberhasilan yang diperjuangkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kebaikan menyusahkan mereka dan bencana menggembirakan mereka. Dua-duanya terbalik. Arah perasaan seseorang memperlihatkan di pihak mana ia sebenarnya berdiri.
- Allah merekam ucapan mereka saat bencana datang: kami telah mengambil urusan kami sebelumnya. Merasa cerdik. Yang mereka banggakan justru bahwa mereka tidak ikut serta.
- Allah menyebut mereka berpaling dengan gembira. Bukan diam-diam. Kegembiraan atas kesusahan orang lain tak lagi mereka sembunyikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-w-b, h-s-n, s-w-a, q-w-l, a-kh-dz, a-m-r, q-b-l, w-l-y, f-r-h): tusib diterjemahkan 'menimpa' (akar s-w-b); hasanah/musiibah diterjemahkan 'kebaikan/bencana'; yatawallaw diterjemahkan 'berpaling' (akar w-l-y); farihuun diterjemahkan 'gembira' (akar f-r-h). gloss '(Nabi Muhammad)/(dengan tidak pergi berperang)/(perasaan)' dibuang.