قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ

Katakanlah, “Apakah kalian menunggu-nunggu bagi kami kecuali salah satu dari dua kebaikan? Sedang kami menunggu-nunggu bagi kalian bahwa Allah menimpakan kepada kalian azab dari sisi-Nya atau melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami bersama kalian menunggu.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِqul hal tarabbashuuna binaa illaa ihdaa l-husnayaynikatakanlah, apakah kalian menunggu-nunggu bagi kami kecuali salah satu dari dua kebaikan
  2. وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَاwa-nahnu natarabbashu bikum an yushiibakumu llaahu bi-'adzaabin min 'indihi aw bi-aydiinaasedang kami menunggu-nunggu bagi kalian bahwa Allah menimpakan kepada kalian azab dari sisi-Nya atau melalui tangan kami
  3. فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَfa-tarabbashuu innaa ma'akum mutarabbishuunamaka tunggulah, sesungguhnya kami bersama kalian menunggu

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. هَلْhalapakah
  3. تَرَبَّصُونَtarabbashuunakalian menunggu
  4. بِنَاbinaadengan kami
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. إِحْدَىihdaasalah satu
  7. الْحُسْنَيَيْنِl-husnayaynidua kebaikan
  8. وَنَحْنُwa-nahnudan kami
  9. نَتَرَبَّصُnatarabbashukami menunggu
  10. بِكُمْbikumkepada kalian
  11. أَنْanbahwa
  12. يُصِيبَكُمُyushiibakumumenimpa kalian
  13. اللَّهُllaahuAllah
  14. بِعَذَابٍbi-'adzaabindengan azab
  15. مِنْmindari
  16. عِنْدِهِ'indihidi sisinya
  17. أَوْawatau
  18. بِأَيْدِينَاbi-aydiinaadengan tangan Kami
  19. فَتَرَبَّصُواfa-tarabbashuumaka tunggulah kalian
  20. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  21. مَعَكُمْma'akumbersama kalian
  22. مُتَرَبِّصُونَmutarabbishuunaorang-orang yang menunggu

Inti bacaan

Kesabaran percaya diri menghadapi antisipasi bermusuhan: 'tunggulah, kami bersama kalian menunggu', bersedia membiarkan hasil terungkap dengan sendirinya, tanpa perlu pembenaran diri instan. Konkretnya: menghadapi orang yang menantikan kegagalan diri sendiri, kesediaan untuk tenang membiarkan waktu dan hasil nyata yang berbicara (bukan buru-buru membuktikan diri lewat argumen) adalah sikap percaya diri yang matang, tidak semua tantangan perlu dijawab seketika.

Tafsiran

'Dua kebaikan' merujuk pada kemenangan atau kematian sebagai kesaksian: keduanya dipandang positif dari perspektif iman, kontras dengan penantian pihak lawan yang hanya berharap keburukan menimpa orang beriman.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh menjawab bahwa yang mereka tunggu bagi kami salah satu dari dua kebaikan. Dua-duanya baik. Kalah dan menang disebut sebagai dua bentuk dari hal yang sama.
  • Kalimat berikutnya membalik arahnya: kami pun menunggu sesuatu bagi kalian. Dua pihak sama-sama menunggu. Yang berbeda apa yang mungkin datang.
  • Yang ditunggu bagi mereka azab dari sisi-Nya atau lewat tangan orang beriman. Dua jalan. Keduanya disebutkan terbuka, tanpa disamarkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-b-s, a-h-d, h-s-n, s-w-b, a-l-h, '-dz-b, '-n-d, y-d-y): tarabbasuun diterjemahkan 'menunggu-nunggu' (akar r-b-s); ihdaa l-husnayayn diterjemahkan 'salah satu dari dua kebaikan' (terjemahan lain menyisipkan '(menang atau mati syahid)', dibuang). gloss '(Nabi Muhammad)/(kedatangannya)/(Sebaliknya,)' dibuang.