وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ

Dan tidak ada yang menghalangi infak mereka untuk diterima kecuali karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas, dan tidak menginfakkan, melainkan dengan rasa enggan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَwa-maa mana'ahum an tuqbala minhum nafaqaatuhum illaa annahum kafaruu billaahi wa-bi-rasuulihi wa-laa ya'tuuna s-salaata illaa wa-hum kusaalaa wa-laa yunfiquuna illaa wa-hum kaarihuunadan tidak ada yang menghalangi infak mereka untuk diterima kecuali karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas, dan tidak menginfakkan, melainkan dengan rasa enggan
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas …”. sebagian penerjemah: 'And there prevents their expenditures being accepted from them only that they denied God and His messenger, and come not to the duty1 save as idlers, and spend not save unwillingly.2' Corpus ayat ini: «S~alaw`pa, TAKRIF». salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').

Aplikasi

Detail yang menyingkap: mereka 'tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas... tidak menginfakkan, melainkan dengan rasa enggan', keengganan dan setengah hati dalam praktik menjadi gejala nyata dari ketiadaan keyakinan yang genuine. Konkretnya: keengganan dan sikap terpaksa yang konsisten dalam menjalankan sebuah komitmen (bukan sesekali lelah, tapi pola berulang) adalah gejala nyata dari kurangnya keyakinan mendasar terhadap komitmen itu, memeriksa pola keengganan diri sendiri terhadap sesuatu yang diklaim penting adalah cermin kejujuran.