وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ
Dan tidak ada yang menghalangi infak mereka untuk diterima kecuali karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas, dan tidak menginfakkan, melainkan dengan rasa enggan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَwa-maa mana'ahum an tuqbala minhum nafaqaatuhum illaa annahum kafaruu bi-llaahi wa-bi-rasuulihi wa-laa ya'tuuna sh-shalaata illaa wa-hum kusaalaa wa-laa yunfiquuna illaa wa-hum kaarihuunadan tidak ada yang menghalangi infak mereka untuk diterima kecuali karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas, dan tidak menginfakkan, melainkan dengan rasa enggan
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- مَنَعَهُمْmana'ahummenghalangi mereka
- أَنْanuntuk
- تُقْبَلَtuqbaladiterima
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- نَفَقَاتُهُمْnafaqaatuhumnafkah mereka
- إِلَّاillaakecuali
- أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
- كَفَرُواkafaruukufur
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- وَبِرَسُولِهِwa-bi-rasuulihidan kepada Rasul-Nya
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَأْتُونَya'tuunamereka datang
- الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
- إِلَّاillaakecuali
- وَهُمْwa-humdan mereka
- كُسَالَىٰkusaalaadengan malas
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يُنْفِقُونَyunfiquunamenginfakkan
- إِلَّاillaakecuali
- وَهُمْwa-humdan mereka
- كَارِهُونَkaarihuunaorang-orang yang benci
Inti bacaan
Detail yang menyingkap: mereka 'tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas. tidak menginfakkan, melainkan dengan rasa enggan', keengganan dan setengah hati dalam praktik menjadi gejala nyata dari ketiadaan keyakinan yang genuine. Konkretnya: keengganan dan sikap terpaksa yang konsisten dalam menjalankan sebuah komitmen (bukan sesekali lelah, tapi pola berulang) adalah gejala nyata dari kurangnya keyakinan mendasar terhadap komitmen itu, memeriksa pola keengganan diri sendiri terhadap sesuatu yang diklaim penting adalah cermin kejujuran.
Tafsiran
Tiga penyebab ditolaknya infak disebutkan berurutan: kekufuran mendasar, kemalasan dalam salat, dan keengganan dalam infak, bukan masalah kuantitas pemberian, melainkan kualitas sikap batin yang menyertainya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut yang menghalangi infak mereka diterima bukan besarnya, melainkan keadaan mereka. Jumlahnya tidak dipersoalkan sama sekali. Pemberian ditimbang di tempat yang tidak terlihat oleh yang menerimanya.
- Salat mereka Dia sebut dikerjakan dengan malas. Bukan ditinggalkan. Perbuatan yang benar bentuknya masih bisa gagal pada bagian yang tak kelihatan dari luar.
- Infaknya pun disebut keluar dengan rasa enggan. Uangnya tetap berpindah. Yang tercatat bersama pemberian ternyata bukan hanya jumlahnya, melainkan juga perasaan yang menyertainya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas …”. Dalam ayat ini, 'salaah' bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').