فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ
Maka janganlah harta dan anak-anak mereka mengagumkanmu. Sesungguhnya Allah hendak mengazab mereka dengannya dalam kehidupan dunia, dan agar nyawa mereka keluar sedang mereka dalam keadaan kufur.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْfa-laa tu'jibka amwaaluhum wa-laa awlaaduhummaka janganlah harta dan anak-anak mereka mengagumkanmu
- إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَinnamaa yuriidu llaahu li-yu'adzdzibahum bihaa fii l-hayaati d-dunyaa wa-tazhaqa anfusuhum wa-hum kaafiruunasesungguhnya Allah hendak mengazab mereka dengannya dalam kehidupan dunia, dan agar nyawa mereka keluar sedang mereka dalam keadaan kufur
Terjemahan per kata (17 kata)
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تُعْجِبْكَtu'jibkamengagumkanmu
- أَمْوَالُهُمْamwaaluhumharta mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- أَوْلَادُهُمْawlaaduhumanak-anak mereka
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- لِيُعَذِّبَهُمْli-yu'adzdzibahumagar Dia mengazab mereka
- بِهَاbihaadengannya
- فِيfiidalam
- الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَتَزْهَقَwa-tazhaqadan melayang
- أَنْفُسُهُمْanfusuhumdiri mereka
- وَهُمْwa-humdan mereka
- كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir
Inti bacaan
Peringatan agar tidak terpukau oleh kemakmuran yang tampak (harta dan anak-anak), kemakmuran itu sendiri disebut bisa menjadi bagian dari beban/ujian bagi pemiliknya, bukan otomatis bukti keberuntungan. Konkretnya: jangan menilai keberhasilan/kebenaran arah hidup seseorang semata dari kemakmuran yang tampak dari luar, kemakmuran bisa menjadi ujian yang justru memberatkan bagi yang menjalaninya dengan cara yang salah, bukan indikator otomatis bahwa segalanya beres.
Tafsiran
Kelimpahan harta dan anak yang tampak sebagai anugerah justru dibalik maknanya di sini: menjadi sarana azab itu sendiri, bukan tanda keberkahan, karena diperoleh dan digunakan dalam keadaan menolak kebenaran.
Renungan dan Hikmah
- Allah melarang harta dan anak-anak mereka mengagumkanmu. Yang dilarang kekaguman. Yang berbahaya bukan miliknya, melainkan penilaian yang timbul saat melihatnya.
- Allah menyebut Dia hendak mengazab mereka dengan harta dan anak itu. Alatnya yang sama. Yang dikira tanda kesayangan ternyata dipakai untuk hal yang berlawanan.
- Tujuan yang disebut agar nyawa mereka keluar dalam keadaan kufur. Kesibukan itu menahan mereka sampai akhir. Yang paling merugikan bukan hilangnya harta, melainkan waktu yang habis untuk menjaganya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar '-j-b, m-w-l, w-l-d, r-w-d, a-l-h, '-dz-b, h-y-y, d-n-w, z-h-q, n-f-s, k-f-r): tu'jibka diterjemahkan 'mengagumkanmu' (akar '-j-b); yu'adhdhib diterjemahkan 'mengazab' (akar '-dz-b); tazhaqa anfusuhum diterjemahkan 'nyawa mereka keluar' (akar z-h-q + akar n-f-s, nafs di sini 'nyawa'). gloss '(Oleh karena itu,)' dibuang.