وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ

Dan sekiranya mereka ridza dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya berikan kepada mereka, dan berkata, “Cukuplah Allah bagi kami. Allah akan memberi kami dari karunia-Nya, dan Rasul-Nya. Sesungguhnya kami berharap kepada Allah.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَwa-law annahum radhuu maa aataahumu llaahu wa-rasuuluhu wa-qaaluu hasbunaa llaahu sa-yu'tiinaa llaahu min fadhlihi wa-rasuuluhu innaa ilaa llaahi raaghibuunadan sekiranya mereka ridza dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya berikan kepada mereka, dan berkata, cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberi kami dari karunia-Nya, dan Rasul-Nya, sesungguhnya kami berharap kepada Allah

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  2. أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
  3. رَضُواradhuumereka rida
  4. مَاmaaapa yang
  5. آتَاهُمُaataahumumemberi mereka
  6. اللَّهُllaahuAllah
  7. وَرَسُولُهُwa-rasuuluhudan Rasul-Nya
  8. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  9. حَسْبُنَاhasbunaacukuplah bagi kami
  10. اللَّهُllaahuAllah
  11. سَيُؤْتِينَاsa-yu'tiinaaDia akan memberi kami
  12. اللَّهُllaahuAllah
  13. مِنْmindari
  14. فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
  15. وَرَسُولُهُwa-rasuuluhudan Rasul-Nya
  16. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  17. إِلَىilaakepada
  18. اللَّهِllaahiAllah
  19. رَاغِبُونَraaghibuunaorang-orang yang berharap

Inti bacaan

Alternatif yang lebih sehat ditawarkan: kepuasan menerima apa yang sudah diberikan disertai kepercayaan pada penyediaan berkelanjutan, 'Cukuplah Allah bagi kami; Allah akan memberi kami dari karunia-Nya'. Konkretnya: menerima dengan lapang dada apa yang sudah dialokasikan (bukan selalu membandingkan dan mengeluh) disertai kepercayaan bahwa kebutuhan akan terus terpenuhi adalah disposisi batin yang lebih tenang dan sehat daripada terus-menerus merasa kurang dibanding orang lain.

Tafsiran

Sikap ridza yang seharusnya ditunjukkan bukanlah kepasrahan pasif, melainkan kepercayaan aktif bahwa pemberian melalui Allah dan Rasul-Nya sudah cukup: kontras dengan kemarahan mereka yang justru menuntut lebih.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengandaikan mereka berkata cukuplah Allah bagi kami. Kalimat itu tidak mereka ucapkan. Yang diperlihatkan bukan kesalahan mereka, melainkan kalimat yang seharusnya ada di tempatnya.
  • Kalimat andaian itu ditutup dengan sesungguhnya kami berharap kepada Allah. Harapannya punya alamat. Yang membuat pemberian terasa cukup bukan besarnya, melainkan dari siapa ia diharapkan.
  • Seluruh ayat berbentuk pengandaian yang tak diselesaikan. Akibatnya tak disebutkan. Kalimat yang menggantung itu menyerahkan kepada pembacanya untuk membayangkan apa yang mereka lewatkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-d-w, a-t-y, a-l-h, r-s-l, q-w-l, h-s-b, f-d-l, r-gh-b): raduu diterjemahkan 'ridha' (akar r-d-w); hasbunaa diterjemahkan 'cukuplah bagi kami' (akar h-s-b); fadl diterjemahkan 'karunia' (akar f-d-l); raaghibuun diterjemahkan 'berharap' (akar r-gh-b). gloss '(demikian pula)' dipertahankan sbg penjelas tata bahasa; footnote-marker dibuang.