أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Tidakkah datang kepada mereka berita orang-orang sebelum mereka, kaum Nuh, dan Ad, dan Tsamud, dan kaum Ibrahim, dan penduduk Madyan, dan negeri-negeri yang dijungkirbalikkan? Rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata. Maka Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِa-lam ya'tihim naba'u lladziina min qablihim qawmi nuuhin wa-aadin wa-tsamuuda wa-qawmi ibraahiima wa-ashaabi madyana wa-l-mu'tafikaatitidakkah datang kepada mereka berita orang-orang sebelum mereka, kaum Nuh, dan Ad, dan Tsamud, dan kaum Ibrahim, dan penduduk Madyan, dan negeri-negeri yang dijungkirbalikkan
  2. أَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِatatsum rusuluhum bi-l-bayyinaatirasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata
  3. فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَfa-maa kaana llaahu li-yazhlimahum wa-laakin kaanuu anfusahum yazhlimuunamaka Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-t-y, n-b-a, q-b-l, q-w-m, '-w-d, s-h-b, a-f-k, r-s-l, b-y-n, k-w-n, a-l-h, zh-l-m, n-f-s): naba' diterjemahkan 'berita'; al-mu'tafikaat diterjemahkan 'negeri-negeri yang dijungkirbalikkan' (akar '-f-k, kaum Lut); bayyinaat diterjemahkan 'keterangan-keterangan yang nyata' (akar b-y-n). gloss '(yaitu)/(kaum Lut)' dibuang.

Aplikasi

Rangkuman komprehensif dari berbagai kisah kehancuran (Nuh, 'Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, Madyan, kota-kota yang dijungkirbalikkan) menegaskan lagi prinsip inti: 'Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri'. Konkretnya: merangkum berbagai kisah kegagalan yang berbeda konteks di bawah satu prinsip yang sama (tanggung jawab diri sendiri, bukan ketidakadilan dari luar) menguatkan validitas prinsip itu sebagai pola universal, kesamaan pola lintas konteks yang berbeda adalah bukti yang lebih kuat daripada satu kasus tunggal.