يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا ۚ وَمَا نَقَمُوا إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مِنْ فَضْلِهِ ۚ فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَهُمْ ۖ وَإِنْ يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Mereka bersumpah dengan Allah bahwa mereka tidak mengatakan apa pun. Sungguh, mereka benar-benar telah mengucapkan perkataan kekufuran, dan mereka menjadi kufur setelah berserah diri mereka, dan mereka menginginkan apa yang tidak dapat mereka capai. Dan mereka tidak mencela melainkan karena Allah dan Rasul-Nya telah mencukupkan mereka dari karunia-Nya. Maka jika mereka bertobat, itu lebih baik bagi mereka. Dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak penolong di bumi.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُواyahlifuuna bi-llaahi maa qaaluu wa-la-qad qaaluu kalimata l-kufri wa-kafaruu ba'da islaamihim wa-hammuu bi-maa lam yanaaluumereka bersumpah dengan Allah bahwa mereka tidak mengatakan apa pun; sungguh, mereka benar-benar telah mengucapkan perkataan kekufuran, dan mereka menjadi kufur setelah berserah diri mereka, dan mereka menginginkan apa yang tidak dapat mereka capai
  2. وَمَا نَقَمُوا إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مِنْ فَضْلِهِwa-maa naqamuu illaa an aghnaahumu llaahu wa-rasuuluhu min fadhlihidan mereka tidak mencela melainkan karena Allah dan Rasul-Nya telah mencukupkan mereka dari karunia-Nya
  3. فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَهُمْfa-in yatuubuu yaku khayran lahummaka jika mereka bertobat, itu lebih baik bagi mereka
  4. وَإِنْ يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِwa-in yatawallaw yu'adzdzibhumu llaahu 'adzaaban aliiman fii d-dunyaa wa-l-aakhiratidan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat
  5. وَمَا لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍwa-maa lahum fii l-ardhi min waliyyin wa-laa nashiirindan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak penolong di bumi

Terjemahan per kata (46 kata)

  1. يَحْلِفُونَyahlifuunamereka bersumpah
  2. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  3. مَاmaatidaklah
  4. قَالُواqaaluumereka berkata
  5. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  6. قَالُواqaaluumereka berkata
  7. كَلِمَةَkalimatakalimat
  8. الْكُفْرِl-kufrikekufuran
  9. وَكَفَرُواwa-kafaruudan mereka kufur
  10. بَعْدَba'dasesudah
  11. إِسْلَامِهِمْislaamihimkeislaman mereka
  12. وَهَمُّواwa-hammuudan mereka bertekad
  13. بِمَاbi-maadengan apa yang
  14. لَمْlamtidak
  15. يَنَالُواyanaaluumereka memperoleh
  16. وَمَاwa-maadan tidaklah
  17. نَقَمُواnaqamuumereka mencela
  18. إِلَّاillaakecuali
  19. أَنْanbahwa
  20. أَغْنَاهُمُaghnaahumumencukupkan mereka
  21. اللَّهُllaahuAllah
  22. وَرَسُولُهُwa-rasuuluhudan Rasul-Nya
  23. مِنْmindari
  24. فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
  25. فَإِنْfa-inmaka jika
  26. يَتُوبُواyatuubuumereka bertobat
  27. يَكُyakuadalah
  28. خَيْرًاkhayrankebaikan
  29. لَهُمْlahumbagi mereka
  30. وَإِنْwa-indan jika
  31. يَتَوَلَّوْاyatawallawmereka berpaling
  32. يُعَذِّبْهُمُyu'adzdzibhumumengazab mereka
  33. اللَّهُllaahuAllah
  34. عَذَابًا'adzaabanazab
  35. أَلِيمًاaliimanyang pedih
  36. فِيfiidi
  37. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  38. وَالْآخِرَةِwa-l-aakhiratidan akhirat
  39. وَمَاwa-maadan tidaklah
  40. لَهُمْlahumbagi mereka
  41. فِيfiidi
  42. الْأَرْضِl-ardhibumi
  43. مِنْmindari
  44. وَلِيٍّwaliyyinpelindung
  45. وَلَاwa-laadan tidak pula
  46. نَصِيرٍnashiirinpenolong

Inti bacaan

Diagnosis mengejutkan atas akar kebencian mereka: 'mereka tidak mencela melainkan karena Allah dan Rasul-Nya telah mencukupkan mereka dari karunia-Nya', kedengkian yang lahir justru dari kecukupan yang diterima, bukan kekurangan. Konkretnya: kebencian atau ketidakpuasan seseorang kadang justru berakar dari rasa berhutang budi yang tidak nyaman (dibantu tapi merasa terkekang olehnya), bukan dari kekurangan nyata, mengenali pola psikologis ini membantu memahami sumber sikap negatif yang tampaknya tidak masuk akal dari luar.

Tafsiran

Ayat ini menyingkap pola penyangkalan berlapis: sumpah palsu menutupi ucapan yang sudah terlanjur diketahui, sementara motif sesungguhnya (dendam atas kecukupan yang justru diberikan Allah) tersingkap sbg alasan yang tidak masuk akal bagi kekufuran.

Renungan dan Hikmah

  • Mereka bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tidak mengatakan apa pun, padahal ucapan itu sudah terlanjur keluar. Sumpah dipakai untuk menutup. Yang paling berani dilakukan orang yang terpojok memang bersumpah atas sesuatu yang sudah didengar orang lain.
  • Allah menyebut mereka mencela justru karena Dia dan Rasul-Nya telah mencukupkan mereka. Kebencian yang lahir dari pemberian. Ada rasa berutang yang tidak nyaman, dan ia bisa berubah menjadi permusuhan tanpa pernah bisa dijelaskan pemiliknya.
  • Sesudah semua itu, kalimatnya menyebut jika mereka bertobat, itu lebih baik bagi mereka. Pintunya belum ditutup. Yang disebut lebih dahulu bukan azabnya, melainkan jalan keluar yang masih tersedia.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'berislam'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.