وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan di antara mereka ada yang berjanji kepada Allah, “Sungguh jika Dia memberi kami dari karunia-Nya, pasti kami bersedekah dan pasti kami termasuk orang-orang yang saleh.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَwa-minhum man aahada llaaha la-in aataanaa min fadlihi la-nassaddaqanna wa-la-nakuunanna mina s-saalihiinadan di antara mereka ada yang berjanji kepada Allah, sungguh jika Dia memberi kami dari karunia-Nya, pasti kami bersedekah dan pasti kami termasuk orang-orang yang saleh
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar '-h-d, a-l-h, a-t-y, f-d-l, s-d-q, k-w-n, s-l-h): aahada diterjemahkan 'berjanji' (akar '-h-d); fadl diterjemahkan 'karunia' (akar f-d-l); nassaddaqanna diterjemahkan 'bersedekah' (akar s-d-q); saalihiin diterjemahkan 'orang-orang saleh' (akar s-l-h). Selaras.

Aplikasi

Janji yang diucapkan saat masih berkekurangan, 'jika Dia memberi kami dari karunia-Nya, pasti kami bersedekah', adalah komitmen kondisional yang belum teruji sampai kondisinya benar-benar terpenuhi. Konkretnya: janji yang mudah diucapkan saat masih dalam kondisi kekurangan ('kalau nanti aku berhasil, aku akan berbagi') sering belum teruji ketulusannya, kesediaan menepatinya baru benar-benar terlihat setelah kondisi yang dijanjikan benar-benar tercapai.