فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ
Maka ketika Dia memberi mereka dari karunia-Nya, mereka kikir dengannya dan berpaling, sedang mereka menentang.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَfa-lammaa aataahum min fadhlihi bakhiluu bihi wa-tawallaw wa-hum mu'ridhuunamaka ketika Dia memberi mereka dari karunia-Nya, mereka kikir dengannya dan berpaling, sedang mereka menentang
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- آتَاهُمْaataahummemberi mereka
- مِنْmindari
- فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
- بَخِلُواbakhiluumereka kikir
- بِهِbihidengannya
- وَتَوَلَّوْاwa-tawallawdan mereka berpaling
- وَهُمْwa-humdan mereka
- مُعْرِضُونَmu'ridhuunaberpaling menolak
Inti bacaan
Persis seperti yang dikhawatirkan: begitu karunia diterima, 'mereka kikir dengannya dan berpaling', janji yang mudah diucapkan saat kekurangan terbukti kosong begitu kecukupan tercapai. Konkretnya: pola janji-lalu-mengingkari begitu kondisi membaik adalah kegagalan integritas yang perlu diwaspadai pada diri sendiri, sebelum berjanji sesuatu bersyarat pada keberhasilan masa depan, pertimbangkan apakah benar-benar akan menepatinya, bukan sekadar mengucapkannya demi terdengar baik saat masih membutuhkan.
Tafsiran
Janji besar yang diucapkan di 9:75 runtuh seketika begitu diuji: kekikiran yang muncul justru setelah karunia diterima menyingkap bahwa janji itu tidak pernah dimaksudkan sungguh-sungguh.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut ketika Dia memberi mereka dari karunia-Nya, mereka kikir dan berpaling. Persis kebalikan janji mereka. Yang diikrarkan saat kekurangan diuji oleh kelapangan, bukan oleh kesempitan.
- Allah menyebut dua hal berurutan: kikir dengannya, lalu berpaling. Yang kedua menyusul yang pertama. Orang yang menahan pemberian akhirnya juga menjauhi yang memintanya.
- Keterangan terakhirnya sedang mereka menentang. Bukan sekadar lupa. Yang berlangsung bukan kelalaian, melainkan sikap yang mereka pilih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-t-y, f-d-l, b-kh-l, w-l-y, '-r-d): bakhiluu bihi + aataahum min fadlih diterjemahkan AYAT PENAUT bukhl↔fadl, akar b-kh-l (putaran 121): hanya 3 ayat menautkan kikir dengan karunia (3:180, 4:37, 9:76); tawallaw diterjemahkan 'berpaling' (akar w-l-y); mu'riduun diterjemahkan 'menentang/berpaling' (akar '-r-d). gloss '(kebenaran)' dibuang.