فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ
Maka ketika Dia memberi mereka dari karunia-Nya, mereka kikir dengannya dan berpaling, sedang mereka menentang.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَfa-lammaa aataahum min fadlihi bakhiluu bihi wa-tawallaw wa-hum mu'riduunamaka ketika Dia memberi mereka dari karunia-Nya, mereka kikir dengannya dan berpaling, sedang mereka menentang
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-t-y, f-d-l, b-kh-l, w-l-y, '-r-d): bakhiluu bihi + aataahum min fadlih diterjemahkan AYAT PENAUT *bukhl*↔*fadl*, akar b-kh-l (putaran 121): hanya 3 ayat menautkan kikir dengan karunia (3:180, 4:37, 9:76); tawallaw diterjemahkan 'berpaling' (akar w-l-y); mu'riduun diterjemahkan 'menentang/berpaling' (akar '-r-d). gloss '(kebenaran)' dibuang.
Aplikasi
Persis seperti yang dikhawatirkan: begitu karunia diterima, 'mereka kikir dengannya dan berpaling', janji yang mudah diucapkan saat kekurangan terbukti kosong begitu kecukupan tercapai. Konkretnya: pola janji-lalu-mengingkari begitu kondisi membaik adalah kegagalan integritas yang perlu diwaspadai pada diri sendiri, sebelum berjanji sesuatu bersyarat pada keberhasilan masa depan, pertimbangkan apakah benar-benar akan menepatinya, bukan sekadar mengucapkannya demi terdengar baik saat masih membutuhkan.