أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka dan bahwa sesungguhnya Allah berilmu akan segala yang gaib?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّامُ الْغُيُوبِa-lam ya'lamuu anna llaaha ya'lamu sirrahum wa-najwaahum wa-anna llaaha 'allaamu l-ghuyuubitidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka dan bahwa sesungguhnya Allah berilmu akan segala yang gaib
Terjemahan per kata (11 kata)
- أَلَمْa-lamtidakkah
- يَعْلَمُواya'lamuumereka mengetahui
- أَنَّannabahwa
- اللَّهَllaahaAllah
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- سِرَّهُمْsirrahumrahasia mereka
- وَنَجْوَاهُمْwa-najwaahumdan bisikan mereka
- وَأَنَّwa-annadan bahwa
- اللَّهَllaahaAllah
- عَلَّامُ'allaamuYang Maha Mengetahui
- الْغُيُوبِl-ghuyuubisegala yang gaib
Inti bacaan
Ketidaktahuan yang disayangkan: 'Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka?', usaha menyembunyikan sesuatu diam-diam pada akhirnya sia-sia terhadap kesadaran yang menyeluruh. Konkretnya: mengandalkan kerahasiaan untuk menyembunyikan niat atau tindakan yang bermasalah adalah strategi yang rapuh dan sementara, hidup dengan asumsi bahwa 'tidak ada yang tahu' cenderung menghasilkan perilaku yang berbeda (dan lebih buruk) daripada hidup dengan kesadaran bahwa transparansi sejati selalu ada.
Tafsiran
Pertanyaan retoris ini menyingkap kesalahan mendasar dalam kalkulasi kemunafikan: menyembunyikan niat dari sesama manusia mungkin berhasil, tetapi tidak pernah dari pengetahuan yang mencakup rahasia dan bisikan sekalipun.
Renungan dan Hikmah
- Allah bertanya tidakkah mereka mengetahui bahwa Dia mengetahui. Bentuknya pertanyaan atas pengetahuan mereka sendiri. Yang dipersoalkan bukan keterangan yang kurang, melainkan keterangan yang dimiliki tetapi tidak dipakai.
- Dua hal disebut bergandengan: rahasia dan bisikan. Yang disimpan sendiri dan yang dibagi berdua. Kedua-duanya dihitung, termasuk yang dianggap cukup aman karena hanya diketahui satu orang lain.
- Penutupnya melampaui rahasia dan bisikan: Allah berilmu akan segala yang gaib. Cakupannya diperluas. Sesudah menyebut dua yang khusus, yang umum disebutkan supaya tak ada yang merasa terlewat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').