Ayat 9:80
اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Engkau memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Demikian itu karena mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْistaghfir lahum aw laa tastaghfir lahum in tastaghfir lahum sab'iina marratan fa-lan yaghfira llaahu lahumengkau memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka, walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka
- ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِdzaalika bi-annahum kafaruu bi-llaahi wa-rasuulihidemikian itu karena mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya
- وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَwa-llaahu laa yahdii l-qawma l-faasiqiinadan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang fasik
Terjemahan per kata (25 kata)
- اسْتَغْفِرْistaghfirmohonkanlah ampun
- لَهُمْlahumkepada mereka
- أَوْawatau
- لَاlaatidak
- تَسْتَغْفِرْtastaghfirengkau memohonkan ampun
- لَهُمْlahumkepada mereka
- إِنْinjika
- تَسْتَغْفِرْtastaghfirengkau memohonkan ampun
- لَهُمْlahumkepada mereka
- سَبْعِينَsab'iinatujuh puluh
- مَرَّةًmarratansekali
- فَلَنْfa-lanmaka tidak akan
- يَغْفِرَyaghfiramengampuni
- اللَّهُllaahuAllah
- لَهُمْlahumkepada mereka
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- بِأَنَّهُمْbi-annahumkarena sesungguhnya mereka
- كَفَرُواkafaruukufur
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- وَرَسُولِهِwa-rasuulihidan Rasul-Nya
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- لَاlaatidak
- يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
- الْقَوْمَl-qawmakaum
- الْفَاسِقِينَl-faasiqiinaorang-orang fasik
Inti bacaan
Batas kekuatan syafaat/pembelaan disingkap: bahkan tujuh puluh kali permohonan ampun oleh figur paling mulia sekalipun tidak mengubah hasil, karena akar masalahnya (kufur yang aktif) belum berubah. Konkretnya: pembelaan atau bantuan orang lain (betapa pun tulus dan gigih) tidak bisa menggantikan perubahan nyata yang harus dilakukan oleh orang yang bersangkutan sendiri, mengandalkan orang lain untuk 'memperbaiki' situasi tanpa kesediaan mengubah diri sendiri adalah harapan yang keliru arah.
Tafsiran
Penegasan bahwa jumlah permohonan ampun (bahkan tujuh puluh kali) sama sekali tidak relevan menekankan bahwa syarat pengampunan bukan soal frekuensi doa, melainkan status kekufuran itu sendiri yang harus berubah lebih dulu.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tujuh puluh kali, bukan sekali atau berkali-kali. Angka yang sangat besar dipilih. Yang hendak ditutup bukan kemungkinan, melainkan harapan bahwa jumlah bisa mengubahnya.
- Allah menyebut sebabnya karena mereka kufur kepada-Nya dan Rasul-Nya. Bukan karena doanya kurang. Yang menghalangi berada pada pihak yang dimintakan, bukan pada yang meminta.
- Allah membuka dengan menyebut kedua kemungkinan itu sama saja. Sejak kalimat pertama. Yang diberitahukan bukan larangan berdoa, melainkan batas yang tak bisa ditembus doa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…abi Muhammad memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak m…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'istaghfara', 'istaghfara', 'istaghfara' dan 'ghafara' sama-sama tanpa kata sandang al-. istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun' · ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').
Ayat 9:81
فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا ۚ لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ
Orang-orang yang ditinggalkan merasa gembira dengan duduk mereka di belakang Rasul Allah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, dan mereka berkata, “Janganlah kalian berangkat dalam panas.” Katakanlah, “Api Jahanam lebih keras panasnya,” sekiranya mereka memahami.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّfariha l-mukhallafuuna bi-maq'adihim khilaafa rasuuli llaahi wa-karihuu an yujaahiduu bi-amwaalihim wa-anfusihim fii sabiili llaahi wa-qaaluu laa tanfiruu fii l-harriorang-orang yang ditinggalkan merasa gembira dengan duduk mereka di belakang Rasul Allah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, dan mereka berkata, janganlah kalian berangkat dalam panas
- قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّاqul naaru jahannama asyaddu harrankatakanlah, api Jahanam lebih keras panasnya
- لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَlaw kaanuu yafqahuunasekiranya mereka memahami
Terjemahan per kata (27 kata)
- فَرِحَfarihabergembira
- الْمُخَلَّفُونَl-mukhallafuunaorang-orang yang ditinggalkan
- بِمَقْعَدِهِمْbi-maq'adihimdengan tinggalnya mereka
- خِلَافَkhilaafasesudah
- رَسُولِrasuulirasul
- اللَّهِllaahiAllah
- وَكَرِهُواwa-karihuudan mereka membenci
- أَنْanuntuk
- يُجَاهِدُواyujaahiduumereka berjihad
- بِأَمْوَالِهِمْbi-amwaalihimdengan harta mereka
- وَأَنْفُسِهِمْwa-anfusihimdan diri mereka
- فِيfiidi
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- لَاlaajanganlah
- تَنْفِرُواtanfiruukalian berangkat
- فِيfiidalam
- الْحَرِّl-harripanas
- قُلْqulkatakanlah
- نَارُnaaruapi
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- أَشَدُّasyaddulebih sangat
- حَرًّاharranpanas
- لَوْlawsekiranya
- كَانُواkaanuumereka adalah
- يَفْقَهُونَyafqahuunamereka memahami
Inti bacaan
Alasan menghindar yang remeh ('janganlah berangkat dalam panas') dibandingkan dengan konsekuensi yang jauh lebih besar ('Api Jahanam lebih keras panasnya'), kenyamanan sesaat yang dikejar membutakan dari risiko jangka panjang yang jauh lebih besar. Konkretnya: menghindari kesulitan kecil dan sementara (ketidaknyamanan, kerja keras) sering membutakan dari konsekuensi jangka panjang yang jauh lebih besar, membandingkan skala biaya sebenarnya (bukan hanya ketidaknyamanan langsung) membantu membuat keputusan yang lebih bijak.
Penjelasan pilihan kata
'Api Jahanam' sudah benar sejak draf (an-naar=api, konsisten disiplin). 'Rasul Allah' polos tanpa nama diri.
Tafsiran
Ironi kesenangan mereka berdiam di rumah justru menjadi pengingat bahwa panas dunia yang dihindari tidak sebanding dengan panas yang jauh lebih dahsyat menanti: kenyamanan sesaat mengaburkan perbandingan yang sesungguhnya jauh lebih penting.
Renungan dan Hikmah
- Yang direkam Allah bukan hanya bahwa mereka tinggal, melainkan bahwa mereka mengajak orang lain tinggal. Keputusan pribadi berubah jadi seruan. Orang yang memilih mundur jarang tahan sendirian; ia perlu ditemani supaya pilihannya terasa wajar.
- Alasan mereka panas, dan jawabannya juga panas. Bahan yang dipakai membantah persis bahan yang dipakai beralasan. Sebuah jawaban yang memakai ukuran si pembuat alasan sendiri tidak menyisakan tempat untuk berdebat tentang ukurannya.
- Yang disebut Allah kegembiraan, bukan kelegaan. Mereka bukan sekadar terhindar; mereka senang. Ada jarak besar antara merasa lolos dan merasa menang, dan kata yang dipilih di sini yang kedua.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar f-r-h, kh-l-f, q-'-d, r-s-l, a-l-h, k-r-h, j-h-d, m-w-l, n-f-s, s-b-l, q-w-l, n-f-r, h-r-r, n-w-r, sh-d-d, k-w-n, f-q-h): mukhallafuun diterjemahkan 'yang ditinggalkan' (akar kh-l-f); maq'ad diterjemahkan 'tempat duduk' (akar q-'-d); karihuu diterjemahkan 'tidak suka' (akar k-r-h KRH); ashaddu harran diterjemahkan 'lebih keras panasnya' (شديد DECIDED='keras'); yafqahuun diterjemahkan 'memahami' (akar f-q-h putaran FQH). gloss '(tidak ikut berperang)/(ke medan perang)/(justru)/(Nabi Muhammad)/(saja)' dibuang.
Ayat 9:82
فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Maka biarlah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai balasan atas apa yang mereka usahakan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَfa-l-yadhakuu qaliilan wa-l-yabkuu katsiiran jazaa'an bi-maa kaanuu yaksibuunamaka biarlah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai balasan atas apa yang mereka usahakan
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَلْيَضْحَكُواfa-l-yadhakuumaka hendaklah mereka tertawa
- قَلِيلًاqaliilansedikit
- وَلْيَبْكُواwa-l-yabkuudan hendaklah mereka menangis
- كَثِيرًاkatsiiranbanyak
- جَزَاءًjazaa'anbalasan
- بِمَاbi-maaatas apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَكْسِبُونَyaksibuunamereka usahakan
Inti bacaan
Peringatan tentang ketidakseimbangan emosional yang keliru: 'biarlah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak', kegembiraan sesaat yang tidak proporsional dengan konsekuensi yang menanti di baliknya. Konkretnya: kepuasan atau kegembiraan sesaat atas keputusan menghindari tanggung jawab bisa jadi jauh lebih kecil dibanding penyesalan yang menanti kemudian, mengevaluasi keputusan berdasarkan perasaan sesaat semata (bukan konsekuensi jangka panjang) sering menyesatkan.
Tafsiran
Perbandingan tawa-sedikit vs tangis-banyak menegaskan bahwa kesenangan sesaat karena mangkir dari jihad akan berbalik jauh lebih besar sebagai penyesalan: proporsi konsekuensi tidak seimbang dengan kenikmatan yang dinikmati sekarang.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka tertawa sedikit dan menangis banyak. Ukurannya berbalik. Yang diperoleh sekarang kecil, dan yang menyusul jauh lebih panjang.
- Allah memakai bentuk mempersilakan: biarlah mereka tertawa. Bukan larangan. Kalimat yang membiarkan seseorang meneruskan lebih menekan daripada yang menghentikannya.
- Allah menutup dengan menyebut itu balasan atas apa yang mereka usahakan. Kata usaha dipakai untuk perbuatan mereka. Yang dikerjakan sungguh-sungguh dihitung sebagai kerja, dan kerja ada upahnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-h-k, q-l-l, b-k-y, k-ts-r, j-z-y, k-w-n, k-s-b): yadhakuu diterjemahkan 'tertawa' (akar d-h-k); yabkuu diterjemahkan 'menangis' (akar b-k-y); yaksibuun diterjemahkan 'mengusahakan' (akar k-s-b). gloss '(di dunia)/(di akhirat)' dibuang.
Ayat 9:83
فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَىٰ طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا ۖ إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ
Maka jika Allah memulangkanmu kepada satu golongan dari mereka, lalu mereka meminta izin kepadamu untuk keluar, katakanlah, “Kalian tidak akan keluar bersamaku selama-lamanya, dan tidak akan memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kalian ridza duduk pertama kali, maka duduklah bersama orang-orang yang tinggal.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَىٰ طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّاfa-in raja'aka llaahu ilaa thaa'ifatin minhum fa-sta'dzanuuka li-l-khuruuji fa-qul lan takhrujuu ma'iya abadan wa-lan tuqaatiluu ma'iya 'aduwwanmaka jika Allah memulangkanmu kepada satu golongan dari mereka, lalu mereka meminta izin kepadamu untuk keluar, katakanlah, kalian tidak akan keluar bersamaku selama-lamanya, dan tidak akan memerangi musuh bersamaku
- إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَinnakum radhiitum bi-l-qu'uudi awwala marratin fa-q'uduu ma'a l-khaalifiinasesungguhnya kalian ridza duduk pertama kali, maka duduklah bersama orang-orang yang tinggal
Terjemahan per kata (25 kata)
- فَإِنْfa-inmaka jika
- رَجَعَكَraja'akamengembalikanmu
- اللَّهُllaahuAllah
- إِلَىٰilaakepada
- طَائِفَةٍthaa'ifatinsegolongan
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- فَاسْتَأْذَنُوكَfa-sta'dzanuukamaka mereka meminta izin kepadamu
- لِلْخُرُوجِli-l-khuruujiuntuk keluar
- فَقُلْfa-qulmaka katakanlah
- لَنْlantidak akan
- تَخْرُجُواtakhrujuukalian keluar
- مَعِيَma'iyabersamaku
- أَبَدًاabadanselamanya
- وَلَنْwa-landan tidak akan
- تُقَاتِلُواtuqaatiluukalian memerangi
- مَعِيَma'iyabersamaku
- عَدُوًّا'aduwwanmusuh
- إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
- رَضِيتُمْradhiitumkalian rela
- بِالْقُعُودِbi-l-qu'uudidengan duduk
- أَوَّلَawwalaorang pertama
- مَرَّةٍmarratinkali
- فَاقْعُدُواfa-q'uduumaka duduklah kalian
- مَعَma'abersama
- الْخَالِفِينَl-khaalifiinaorang-orang yang tinggal
Inti bacaan
Konsekuensi spesifik bagi yang memilih tidak ikut serta di kesempatan pertama: kehilangan hak untuk selektif berpartisipasi di kesempatan berikutnya yang lebih menguntungkan, 'kalian ridha duduk pertama kali, maka duduklah bersama orang-orang yang tinggal'. Konkretnya: komitmen bukan sesuatu yang bisa dipilih sesuka hati berdasarkan kesempatan mana yang tampak lebih menarik, melewatkan tanggung jawab saat sulit lalu ingin bergabung kembali saat menguntungkan adalah pola yang wajar dipertanyakan kredibilitasnya.
Penjelasan pilihan kata
'Katakanlah'(qul) dan 'engkau' (sufiks -ka) polos tanpa nama diri.
Tafsiran
Penolakan permintaan ikut serta di kemudian hari menjadi konsekuensi konsisten atas pilihan awal: kesempatan yang sudah ditolak sekali tidak otomatis terbuka kembali begitu saja.
Renungan dan Hikmah
- Allah menggambarkan mereka meminta izin keluar pada kesempatan berikutnya. Yang pertama mereka lewatkan. Permintaan untuk ikut datang justru sesudah keadaan berubah lebih ringan.
- Jawaban yang Allah perintahkan tegas: kalian tidak akan keluar bersamaku selama-lamanya. Bukan penolakan kali ini saja. Pilihan yang diambil di satu kesempatan ternyata menutup kesempatan-kesempatan sesudahnya.
- Allah menyebut alasannya: mereka ridha duduk pada kali pertama. Keridhaan itu yang jadi dasar. Yang menutup pintu bukan hukuman dari luar, melainkan pilihan yang mereka nyatakan sendiri dan mereka sukai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-j-', a-l-h, t-w-f, a-dz-n, kh-r-j, q-w-l, a-b-d, q-t-l, '-d-w, r-d-w, q-'-d, a-w-l, m-r-r, kh-l-f): raja'aka diterjemahkan 'memulangkanmu' (akar r-j-'); sta'dhanuu diterjemahkan 'meminta izin' (akar '-dz-n); radiitum diterjemahkan 'ridha' (akar r-d-w); khaalifiin diterjemahkan 'orang-orang yang tinggal' (akar kh-l-f). gloss '(Nabi Muhammad)/(orang-orang munafik)/(pergi berperang)' dibuang.
Ayat 9:84
وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ
Dan janganlah engkau bersalat atas seorang pun dari mereka yang mati, selamanya, dan janganlah engkau berdiri di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِwa-laa tushalli 'alaa ahadin minhum maata abadan wa-laa taqum 'alaa qabrihidan janganlah engkau bersalat atas seorang pun dari mereka yang mati, selamanya, dan janganlah engkau berdiri di atas kuburnya
- إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَinnahum kafaruu bi-llaahi wa-rasuulihi wa-maatuu wa-hum faasiquunasesungguhnya mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تُصَلِّtushalliengkau salat
- عَلَىٰ'alaaatas
- أَحَدٍahadinseorang pun
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- مَاتَmaatamati
- أَبَدًاabadanselamanya
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَقُمْtaqumengkau berdiri
- عَلَىٰ'alaaatas
- قَبْرِهِqabrihikuburnya
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- كَفَرُواkafaruukufur
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- وَرَسُولِهِwa-rasuulihidan Rasul-Nya
- وَمَاتُواwa-maatuudan mati
- وَهُمْwa-humdan mereka
- فَاسِقُونَfaasiquunaorang-orang fasik
Inti bacaan
Penolakan memberi penghormatan ritual formal (salat jenazah) bagi yang menunjukkan penolakan terbuka dan berkelanjutan menegaskan bahwa ritual/formalitas tidak bisa menggantikan substansi karakter yang sudah ditunjukkan sepanjang hidup. Konkretnya: formalitas dan ritual penghormatan tidak seharusnya menutupi atau melunakkan penilaian jujur atas karakter dan pilihan seseorang yang sudah jelas ditunjukkan, bentuk luar tidak menggantikan substansi yang sebenarnya.
Tafsiran
Larangan ganda (salat jenazah dan berdiri di kubur) menegaskan bahwa status kekufuran yang bertahan sampai kematian menghapus hak atas penghormatan ritual yang biasanya diberikan kepada orang beriman yang wafat.
Renungan dan Hikmah
- Allah melarang menyalatkan dan berdiri di atas kubur mereka. Dua-duanya. Yang dilarang bukan menghukum, melainkan penghormatan sesudah semuanya selesai.
- Kata selamanya disisipkan pada larangan pertama. Tak ada pengecualian di kemudian hari. Yang ditutup bukan satu peristiwa, melainkan seluruh kemungkinan sesudahnya.
- Allah menyebut sebabnya: mereka kufur dan mati dalam keadaan fasik. Keadaan di ujung. Yang menentukan bukan seluruh riwayat hidup, melainkan dalam keadaan apa ia berhenti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini: gloss identifikasi “(orang-orang munafik)” DIBUANG (rujukan jelas dari konteks 9:80-84); gloss “(berdoa)” DIBUANG, 'taqum alaa qabrihi' = 'berdiri di atas kuburnya', biarkan teks berbicara. Salat jenazah (funeral), ritual, konteks kematian & kubur jelas. Lih. entri '33:56'. wa-laa tusalli alaa ahadin minhum maata abadan = 'jangan engkau salat atas seorang pun dari mereka yang mati, selamanya' ( s-l-w tetap 'salat' juga di konteks jenazah; 'alaa' = atas/untuk). tusalli = 2MS (Nabi) diterjemahkan 'engkau'.