فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَىٰ طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا ۖ إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ

Maka jika Allah memulangkanmu kepada satu golongan dari mereka, lalu mereka meminta izin kepadamu untuk keluar, katakanlah, “Kalian tidak akan keluar bersamaku selama-lamanya, dan tidak akan memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kalian ridza duduk pertama kali, maka duduklah bersama orang-orang yang tinggal.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَىٰ طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّاfa-in raja'aka llaahu ilaa taa'ifatin minhum fa-sta'dzanuuka li-l-khuruuji fa-qul lan takhrujuu ma'iya abadan wa-lan tuqaatiluu ma'iya aduwwanmaka jika Allah memulangkanmu kepada satu golongan dari mereka, lalu mereka meminta izin kepadamu untuk keluar, katakanlah, kalian tidak akan keluar bersamaku selama-lamanya, dan tidak akan memerangi musuh bersamaku
  2. إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَinnakum radiitum bi-l-qu'uudi awwala marratin fa-q'uduu ma'a l-khaalifiinasesungguhnya kalian ridza duduk pertama kali, maka duduklah bersama orang-orang yang tinggal
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-j-', a-l-h, t-w-f, a-dz-n, kh-r-j, q-w-l, a-b-d, q-t-l, '-d-w, r-d-w, q-'-d, a-w-l, m-r-r, kh-l-f): raja'aka diterjemahkan 'memulangkanmu' (akar r-j-'); sta'dhanuu diterjemahkan 'meminta izin' (akar '-dz-n); radiitum diterjemahkan 'ridha' (akar r-d-w); khaalifiin diterjemahkan 'orang-orang yang tinggal' (akar kh-l-f). gloss '(Nabi Muhammad)/(orang-orang munafik)/(pergi berperang)' dibuang.

Aplikasi

Konsekuensi spesifik bagi yang memilih tidak ikut serta di kesempatan pertama: kehilangan hak untuk selektif berpartisipasi di kesempatan berikutnya yang lebih menguntungkan, 'kalian ridha duduk pertama kali, maka duduklah bersama orang-orang yang tinggal'. Konkretnya: komitmen bukan sesuatu yang bisa dipilih sesuka hati berdasarkan kesempatan mana yang tampak lebih menarik, melewatkan tanggung jawab saat sulit lalu ingin bergabung kembali saat menguntungkan adalah pola yang wajar dipertanyakan kredibilitasnya.