وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

Dan janganlah engkau bersalat atas seorang pun dari mereka yang mati, selamanya, dan janganlah engkau berdiri di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِwa-laa tushalli 'alaa ahadin minhum maata abadan wa-laa taqum 'alaa qabrihidan janganlah engkau bersalat atas seorang pun dari mereka yang mati, selamanya, dan janganlah engkau berdiri di atas kuburnya
  2. إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَinnahum kafaruu bi-llaahi wa-rasuulihi wa-maatuu wa-hum faasiquunasesungguhnya mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَلَاwa-laadan tidak pula
  2. تُصَلِّtushalliengkau salat
  3. عَلَىٰ'alaaatas
  4. أَحَدٍahadinseorang pun
  5. مِنْهُمْminhumdari mereka
  6. مَاتَmaatamati
  7. أَبَدًاabadanselamanya
  8. وَلَاwa-laadan janganlah
  9. تَقُمْtaqumengkau berdiri
  10. عَلَىٰ'alaaatas
  11. قَبْرِهِqabrihikuburnya
  12. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  13. كَفَرُواkafaruukufur
  14. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  15. وَرَسُولِهِwa-rasuulihidan Rasul-Nya
  16. وَمَاتُواwa-maatuudan mati
  17. وَهُمْwa-humdan mereka
  18. فَاسِقُونَfaasiquunaorang-orang fasik

Inti bacaan

Penolakan memberi penghormatan ritual formal (salat jenazah) bagi yang menunjukkan penolakan terbuka dan berkelanjutan menegaskan bahwa ritual/formalitas tidak bisa menggantikan substansi karakter yang sudah ditunjukkan sepanjang hidup. Konkretnya: formalitas dan ritual penghormatan tidak seharusnya menutupi atau melunakkan penilaian jujur atas karakter dan pilihan seseorang yang sudah jelas ditunjukkan, bentuk luar tidak menggantikan substansi yang sebenarnya.

Tafsiran

Larangan ganda (salat jenazah dan berdiri di kubur) menegaskan bahwa status kekufuran yang bertahan sampai kematian menghapus hak atas penghormatan ritual yang biasanya diberikan kepada orang beriman yang wafat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah melarang menyalatkan dan berdiri di atas kubur mereka. Dua-duanya. Yang dilarang bukan menghukum, melainkan penghormatan sesudah semuanya selesai.
  • Kata selamanya disisipkan pada larangan pertama. Tak ada pengecualian di kemudian hari. Yang ditutup bukan satu peristiwa, melainkan seluruh kemungkinan sesudahnya.
  • Allah menyebut sebabnya: mereka kufur dan mati dalam keadaan fasik. Keadaan di ujung. Yang menentukan bukan seluruh riwayat hidup, melainkan dalam keadaan apa ia berhenti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini: gloss identifikasi “(orang-orang munafik)” DIBUANG (rujukan jelas dari konteks 9:80-84); gloss “(berdoa)” DIBUANG, 'taqum alaa qabrihi' = 'berdiri di atas kuburnya', biarkan teks berbicara. Salat jenazah (funeral), ritual, konteks kematian & kubur jelas. Lih. entri '33:56'. wa-laa tusalli alaa ahadin minhum maata abadan = 'jangan engkau salat atas seorang pun dari mereka yang mati, selamanya' ( s-l-w tetap 'salat' juga di konteks jenazah; 'alaa' = atas/untuk). tusalli = 2MS (Nabi) diterjemahkan 'engkau'.