وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

Dan janganlah engkau bersalat atas seorang pun dari mereka yang mati, selamanya, dan janganlah engkau berdiri di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِwa-laa tusalli alaa ahadin minhum maata abadan wa-laa taqum alaa qabrihidan janganlah engkau bersalat atas seorang pun dari mereka yang mati, selamanya, dan janganlah engkau berdiri di atas kuburnya
  2. إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَinnahum kafaruu billaahi wa-rasuulihi wa-maatuu wa-hum faasiquunasesungguhnya mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain: “…salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik)… janganlah engkau berdiri (berdoa) di atas kuburnya.” Perubahan terjemahan ini: gloss identifikasi “(orang-orang munafik)” DIBUANG (rujukan jelas dari konteks 9:80-84); gloss “(berdoa)” DIBUANG, 'taqum alaa qabrihi' = 'berdiri di atas kuburnya', biarkan teks berbicara. Salat jenazah (funeral), ritual, konteks kematian & kubur jelas. Lih. entri '33:56'. sebagian penerjemah: 'And perform thou not the duty for any among them that dies ever, nor stand thou over his grave; they denied God and His messenger, and died while they were perfidious.' wa-laa tusalli alaa ahadin minhum maata abadan = 'jangan engkau salat atas seorang pun dari mereka yang mati, selamanya' ( s-l-w tetap 'salat' juga di konteks jenazah; 'alaa' = atas/untuk). tusalli = 2MS (Nabi) diterjemahkan 'engkau'.

Aplikasi

Penolakan memberi penghormatan ritual formal (salat jenazah) bagi yang menunjukkan penolakan terbuka dan berkelanjutan menegaskan bahwa ritual/formalitas tidak bisa menggantikan substansi karakter yang sudah ditunjukkan sepanjang hidup. Konkretnya: formalitas dan ritual penghormatan tidak seharusnya menutupi atau melunakkan penilaian jujur atas karakter dan pilihan seseorang yang sudah jelas ditunjukkan, bentuk luar tidak menggantikan substansi yang sebenarnya.