وَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ آمِنُوا بِاللَّهِ وَجَاهِدُوا مَعَ رَسُولِهِ اسْتَأْذَنَكَ أُولُو الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا ذَرْنَا نَكُنْ مَعَ الْقَاعِدِينَ

Dan apabila diturunkan suatu surah, “Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya,” orang-orang yang berkemampuan di antara mereka meminta izin kepadamu dan berkata, “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ آمِنُوا بِاللَّهِ وَجَاهِدُوا مَعَ رَسُولِهِ اسْتَأْذَنَكَ أُولُو الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا ذَرْنَا نَكُنْ مَعَ الْقَاعِدِينَwa-idzaa unzilat suuratun an aaminuu bi-llaahi wa-jaahiduu ma'a rasuulihi sta'dzanaka uluu th-thawli minhum wa-qaaluu dzarnaa nakun ma'a l-qaa'idiinadan apabila diturunkan suatu surah, berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya, orang-orang yang berkemampuan di antara mereka meminta izin kepadamu dan berkata, biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. أُنْزِلَتْunzilatditurunkan
  3. سُورَةٌsuuratunsurah
  4. أَنْanyaitu
  5. آمِنُواaaminuuberimanlah kalian
  6. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  7. وَجَاهِدُواwa-jaahiduudan berjihadlah kalian
  8. مَعَma'abersama
  9. رَسُولِهِrasuulihiRasul-Nya
  10. اسْتَأْذَنَكَsta'dzanakameminta izin kepadamu
  11. أُولُوuluuorang-orang yang memiliki
  12. الطَّوْلِth-thawlikemampuan
  13. مِنْهُمْminhumdari mereka
  14. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  15. ذَرْنَاdzarnaabiarkanlah kami
  16. نَكُنْnakunkami adalah
  17. مَعَma'abersama
  18. الْقَاعِدِينَl-qaa'idiinaorang-orang yang duduk

Inti bacaan

Yang meminta dikecualikan justru 'orang-orang yang berkemampuan', bukan yang lemah atau kekurangan, melainkan yang paling mampu berkontribusi justru paling enggan. Konkretnya: perhatikan pola di mana justru pihak yang paling mampu berkontribusi adalah yang paling sering mencari alasan menghindar, kemampuan yang besar tidak otomatis diikuti kesediaan menggunakannya, sebuah kesenjangan yang layak diperiksa pada diri sendiri saat memiliki sumber daya lebih dari cukup.

Penjelasan pilihan kata

'kepadamu' (sufiks -ka) polos tanpa nama diri.

Tafsiran

Yang meminta izin di sini justru orang-orang berkemampuan ('uluu t-tawl'), bukan yang lemah atau miskin, melainkan mereka yang paling mampu berkontribusi, menjadikan penolakan mereka lebih mencolok.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut yang meminta izin tinggal adalah orang-orang yang berkemampuan. Bukan yang lemah. Kemampuan tidak dengan sendirinya melahirkan kesediaan.
  • Allah merekam permintaan mereka: biarkanlah kami bersama orang-orang yang duduk. Yang diminta ditempatkan bersama yang tak berdaya. Kedudukan itu dipilih sendiri, bukan ditimpakan.
  • Surah yang turun menyebut dua perintah: beriman dan berjihad bersama Rasul-Nya. Yang pertama mereka terima. Penyaringan terjadi pada perintah yang menuntut keluar rumah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-z-l, s-w-r, a-m-n, a-l-h, j-h-d, r-s-l, a-dz-n, a-w-l, t-w-l, q-w-l, w-dz-r, k-w-n, q-'-d): jaahiduu diterjemahkan 'berjihadlah' (akar j-h-d); uluu t-tawl diterjemahkan 'orang-orang yang berkemampuan' (akar t-w-l); qaa'idiin diterjemahkan 'orang-orang yang duduk' (akar q-'-d). gloss '(yang memerintahkan…)/(untuk tidak berjihad)/(tinggal di rumah)' dibuang.