رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

Mereka ridza berada bersama orang-orang yang tinggal, dan hati mereka dikunci, maka mereka tidak memahami.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَraduu bi-an yakuunuu ma'a l-khawaalifi wa-tubi'a alaa quluubihim fa-hum laa yafqahuunamereka ridza berada bersama orang-orang yang tinggal, dan hati mereka dikunci, maka mereka tidak memahami
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-d-w, k-w-n, kh-l-f, t-b-', q-l-b, f-q-h): raduu diterjemahkan 'ridha' (akar r-d-w); khawaalif diterjemahkan 'orang-orang yang tinggal' (akar kh-l-f); tubi'a alaa quluubihim diterjemahkan 'hati mereka dikunci' (akar t-b-' + akar q-l-b); yafqahuun diterjemahkan 'memahami' (akar f-q-h putaran FQH). footnote-marker dibuang.

Aplikasi

Konsekuensi memilih menghindar meski mampu: 'hati mereka dikunci, maka mereka tidak memahami', penghindaran yang disengaja punya efek merusak pada kapasitas memahami itu sendiri, bukan sekadar kehilangan kesempatan sesaat. Konkretnya: pola menghindar berulang dari tanggung jawab yang sebenarnya mampu dijalani cenderung mengikis kapasitas memahami dan merasakan pentingnya hal itu seiring waktu, penghindaran bukan pilihan netral, ia punya efek merusak pada diri sendiri dalam jangka panjang.