رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

Mereka ridza berada bersama orang-orang yang tinggal, dan hati mereka dikunci, maka mereka tidak memahami.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَradhuu bi-an yakuunuu ma'a l-khawaalifi wa-thubi'a 'alaa quluubihim fa-hum laa yafqahuunamereka ridza berada bersama orang-orang yang tinggal, dan hati mereka dikunci, maka mereka tidak memahami

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. رَضُواradhuumereka rida
  2. بِأَنْbi-anbahwa
  3. يَكُونُواyakuunuumereka adalah
  4. مَعَma'abersama
  5. الْخَوَالِفِl-khawaalifiorang-orang yang tinggal
  6. وَطُبِعَwa-thubi'adan dikunci
  7. عَلَىٰ'alaaatas
  8. قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
  9. فَهُمْfa-hummaka mereka
  10. لَاlaatidak
  11. يَفْقَهُونَyafqahuunamereka memahami

Inti bacaan

Konsekuensi memilih menghindar meski mampu: 'hati mereka dikunci, maka mereka tidak memahami', penghindaran yang disengaja punya efek merusak pada kapasitas memahami itu sendiri, bukan sekadar kehilangan kesempatan sesaat. Konkretnya: pola menghindar berulang dari tanggung jawab yang sebenarnya mampu dijalani cenderung mengikis kapasitas memahami dan merasakan pentingnya hal itu seiring waktu, penghindaran bukan pilihan netral, ia punya efek merusak pada diri sendiri dalam jangka panjang.

Tafsiran

Terkuncinya hati di sini digambarkan sebagai konsekuensi, bukan sebab: keridaan memilih tertinggal itu sendiri yang mendahului dan memicu tertutupnya pemahaman, bukan sebaliknya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka rida berada bersama orang-orang yang tinggal. Pilihannya sendiri. Yang menempatkan mereka di barisan itu bukan paksaan.
  • Sesudah keridaan itu, Allah menyebut hati mereka dikunci. Urutannya begitu. Yang mengunci datang belakangan, mengikuti pilihan yang sudah mereka buat.
  • Akibat terakhirnya mereka tidak memahami. Bukan tidak mau. Kemampuan memahami disebut sebagai sesuatu yang bisa hilang, bukan milik tetap.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-d-w, k-w-n, kh-l-f, t-b-', q-l-b, f-q-h): raduu diterjemahkan 'ridha' (akar r-d-w); khawaalif diterjemahkan 'orang-orang yang tinggal' (akar kh-l-f); tubi'a alaa quluubihim diterjemahkan 'hati mereka dikunci' (akar t-b-' + akar q-l-b); yafqahuun diterjemahkan 'memahami' (akar f-q-h putaran FQH). footnote-marker dibuang.