وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Dan Allah menyediakan bagi mereka taman-taman yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًاwa-s-saabiquuna l-awwaluuna mina l-muhaajiriina wa-l-anshaari wa-lladziina ttaba'uuhum bi-ihsaanin radhiya llaahu 'anhum wa-radhuu 'anhu wa-a'adda lahum jannaatin tajrii tahtahaa l-anhaaru khaalidiina fiihaa abadanorang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya, dan Allah menyediakan bagi mereka taman-taman yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya
- ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُdzaalika l-fawzu l-'azhiimuitulah kemenangan yang agung
Terjemahan per kata (25 kata)
- وَالسَّابِقُونَwa-s-saabiquunadan orang-orang yang terdahulu
- الْأَوَّلُونَl-awwaluunaorang-orang terdahulu
- مِنَminadari
- الْمُهَاجِرِينَl-muhaajiriinaorang-orang yang berhijrah
- وَالْأَنْصَارِwa-l-anshaaridan kaum Ansar
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- اتَّبَعُوهُمْttaba'uuhummereka mengikuti mereka
- بِإِحْسَانٍbi-ihsaanindengan kebaikan
- رَضِيَradhiyarida
- اللَّهُllaahuAllah
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- وَرَضُواwa-radhuudan mereka rida
- عَنْهُ'anhudarinya
- وَأَعَدَّwa-a'addadan Dia menyediakan
- لَهُمْlahumkepada mereka
- جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
- تَجْرِيtajriimengalir
- تَحْتَهَاtahtahaabawahnya
- الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
- خَالِدِينَkhaalidiinakekal
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- أَبَدًاabadanselamanya
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- الْفَوْزُl-fawzukemenangan
- الْعَظِيمُl-'azhiimuMahaagung
Inti bacaan
Hubungan ideal digambarkan timbal balik: 'Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya', kepuasan dua arah, bukan satu pihak semata yang harus terus berusaha memuaskan yang lain. Konkretnya: hubungan yang sehat (baik dengan sesama maupun dengan komitmen yang dipegang) idealnya bersifat timbal balik, kepuasan dan penghargaan yang mengalir dua arah, bukan satu pihak terus memberi tanpa pernah merasa dihargai balik.
Tafsiran
Penutup pericope panjang tentang keimanan dan pengorbanan ini menempatkan kategori 'yang terdahulu' sebagai standar tertinggi, bukan berdasarkan identitas kelompok semata, melainkan urutan komitmen nyata yang ditunjukkan lebih dulu.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Muhajirin, Ansar, dan yang mengikuti mereka dengan baik. Tiga. Yang ketiga tak dibatasi zaman, dan itu membuka pintu bagi yang datang jauh kemudian.
- Allah menyebut Dia rida kepada mereka dan mereka rida kepada-Nya. Dua arah. Yang paling tinggi bukan menerima pemberian, melainkan hubungan yang lega dari kedua sisi.
- Syarat golongan ketiga: mengikuti dengan baik. Bukan sekadar mengikuti. Yang menyusul belakangan tetap dituntut mutu, bukan hanya arah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.