Ayat 9:107
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Dan orang-orang yang menjadikan sebuah masjid untuk menimbulkan bahaya dan kekufuran, dan memecah belah di antara orang-orang beriman, dan sebagai tempat mengintai bagi orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak sebelumnya. Dan mereka benar-benar bersumpah, “Kami tidak menghendaki kecuali kebaikan.” Dan Allah bersaksi bahwa sesungguhnya mereka benar-benar para pendusta.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُwa-lladziina ttakhadzuu masjidan dhiraaran wa-kufran wa-tafriiqan bayna l-mu'miniina wa-irshaadan li-man haaraba llaaha wa-rasuulahu min qabludan orang-orang yang menjadikan sebuah masjid untuk menimbulkan bahaya dan kekufuran, dan memecah belah di antara orang-orang beriman, dan sebagai tempat mengintai bagi orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak sebelumnya
- وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰwa-la-yahlifunna in aradnaa illaa l-husnaadan mereka benar-benar bersumpah, kami tidak menghendaki kecuali kebaikan
- وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَwa-llaahu yasyhadu innahum la-kaadzibuunadan Allah bersaksi bahwa sesungguhnya mereka benar-benar para pendusta
Terjemahan per kata (24 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- اتَّخَذُواttakhadzuumereka mengambil
- مَسْجِدًاmasjidanmasjid
- ضِرَارًاdhiraaranuntuk menimbulkan kemudaratan
- وَكُفْرًاwa-kufrandan kekufuran
- وَتَفْرِيقًاwa-tafriiqandan memecah belah
- بَيْنَbaynadi antara
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
- وَإِرْصَادًاwa-irshaadandan menunggu
- لِمَنْli-manbagi orang yang
- حَارَبَhaarabamemerangi
- اللَّهَllaahaAllah
- وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- وَلَيَحْلِفُنَّwa-la-yahlifunnadan sungguh mereka akan bersumpah
- إِنْinjika
- أَرَدْنَاaradnaaKami menghendaki
- إِلَّاillaakecuali
- الْحُسْنَىٰl-husnaayang terbaik
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- يَشْهَدُyasyhadumenyaksikan
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- لَكَاذِبُونَla-kaadzibuunabenar-benar para pendusta
Inti bacaan
Institusi yang tampak legitim dari luar (masjid, sebuah tempat ibadah) bisa dibangun dengan tujuan tersembunyi yang justru merusak, bentuk formal yang terhormat menyamarkan fungsi sebenarnya yang berbahaya. Konkretnya: penampilan formal yang terhormat (institusi, jabatan, ritual) tidak menjamin fungsi sebenarnya yang baik, waspadai kapan bentuk yang tampak legitim justru menyembunyikan tujuan memecah belah atau merugikan, dan jangan menilai institusi semata dari penampilan luarnya.
Penjelasan pilihan kata
'masjidan' polos indefinit tanpa nama tempat spesifik disisipkan.
Tafsiran
Empat motif sekaligus disebutkan di balik pendirian masjid ini (bahaya, kekufuran, perpecahan, tempat mengintai): kedok keagamaan digunakan menutupi tujuan yang sepenuhnya berlawanan dengan fungsi tempat ibadah yang sesungguhnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut empat maksud sekaligus: menimbulkan bahaya, kekufuran, memecah belah, dan tempat mengintai. Satu bangunan, empat tujuan. Yang tampak dari luar cuma satu, dan itulah yang membuatnya bekerja.
- Mereka bersumpah bahwa maksudnya cuma kebaikan. Sumpah dipakai untuk menutup. Yang paling sulit dibongkar dari sebuah kedok memang ketika pemakainya bersedia bersumpah atasnya.
- Jawabannya bukan bantahan manusia, melainkan Allah bersaksi bahwa mereka para pendusta. Kesaksian dihadapkan pada sumpah. Perkara yang tak bisa dibuktikan siapa pun di antara manusia diselesaikan dengan saksi yang tak bisa dibantah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-dz, s-j-d, d-r-r, k-f-r, f-r-q, b-y-n, a-m-n, r-s-d, h-r-b, a-l-h, r-s-l, q-b-l, h-l-f, r-w-d, h-s-n, sh-h-d, k-dz-b): diraar diterjemahkan 'bahaya/mudarat' (akar d-r-r); tafriiq diterjemahkan 'memecah belah' (akar f-r-q); irsaad diterjemahkan 'mengintai' (akar r-s-d); haaraba diterjemahkan 'memerangi' (akar h-r-b); yashhadu diterjemahkan 'bersaksi' (akar sh-h-d); kaadhibuun diterjemahkan 'para pendusta' (akar k-dz-b). gloss '(Di antara orang-orang munafik itu)/(menyebabkan)/(dalam sumpahnya)' dibuang.
Ayat 9:108
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
Janganlah engkau melaksanakan salat di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang gemar membersihkan diri. Dan Allah mencintai orang-orang yang membersihkan diri.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًاlaa taqum fiihi abadanjanganlah engkau melaksanakan salat di dalamnya selama-lamanya
- لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِla-masjidun ussisa 'alaa t-taqwaa min awwali yawmin ahaqqu an taquuma fiihisungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau melaksanakan salat di dalamnya
- فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُواfiihi rijaalun yuhibbuuna an yatathahharuudi dalamnya ada orang-orang yang gemar membersihkan diri
- وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَwa-llaahu yuhibbu l-muththahhiriinadan Allah mencintai orang-orang yang membersihkan diri
Terjemahan per kata (23 kata)
- لَاlaajanganlah
- تَقُمْtaqumengkau berdiri
- فِيهِfiihidi dalamnya
- أَبَدًاabadanselamanya
- لَمَسْجِدٌla-masjidunbenar-benar masjid
- أُسِّسَussisadidirikan
- عَلَى'alaaatas
- التَّقْوَىٰt-taqwaaketakwaan
- مِنْmindari
- أَوَّلِawwalipertama
- يَوْمٍyawminhari
- أَحَقُّahaqqulebih berhak
- أَنْanuntuk
- تَقُومَtaquumaberdiri
- فِيهِfiihidi dalamnya
- فِيهِfiihidi dalamnya
- رِجَالٌrijaalunpara lelaki
- يُحِبُّونَyuhibbuunamereka mencintai
- أَنْanuntuk
- يَتَطَهَّرُواyatathahharuumereka bersuci
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- يُحِبُّyuhibbumencintai
- الْمُطَّهِّرِينَl-muththahhiriinaorang-orang yang menyucikan diri
Inti bacaan
Prinsip pembeda yang jelas: fondasi yang dibangun 'atas dasar takwa sejak hari pertama' lebih layak dipertahankan daripada yang tampak serupa tapi dibangun dengan niat merusak. Konkretnya: menilai kelayakan sebuah institusi atau komitmen bukan dari kemiripan bentuknya dengan yang legitim, melainkan dari fondasi niat sejak awal dibangunnya, memeriksa motif pendirian sesuatu (bukan hanya fungsinya yang tampak) membantu membedakan yang genuine dari yang menyamar.
Tafsiran
Kontras eksplisit dibuat dengan masjid lain yang didirikan atas dasar takwa sejak awal, bukan larangan terhadap tempat ibadah secara umum, melainkan penolakan spesifik terhadap struktur yang lahir dari niat merusak.
Renungan dan Hikmah
- Allah melarang salat di dalamnya selama-lamanya. Bukan sementara. Bangunan yang niatnya rusak tidak dibersihkan oleh berlalunya waktu.
- Yang dibandingkan masjid yang didirikan atas takwa sejak hari pertama. Waktunya disebutkan. Yang menentukan bukan keadaannya sekarang, melainkan atas dasar apa ia dimulai.
- Allah menyebut di dalamnya ada orang-orang yang suka membersihkan diri, dan Dia mencintai mereka. Isinya yang disebut. Nilai sebuah tempat diterangkan lewat siapa yang berkumpul di sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).