أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Maka apakah orang yang mendirikan bangunannya atas dasar takwa kepada Allah dan rida-Nya lebih baik, ataukah orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu ia runtuh bersamanya ke dalam api Jahanam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَa-fa-man assasa bunyaanahu 'alaa taqwaa mina llaahi wa-ridhwaanin khayrun am man assasa bunyaanahu 'alaa syafaa jurufin haarin fa-nhaara bihi fii naari jahannamamaka apakah orang yang mendirikan bangunannya atas dasar takwa kepada Allah dan rida-Nya lebih baik, ataukah orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu ia runtuh bersamanya ke dalam api Jahanam
  2. وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَwa-llaahu laa yahdii l-qawma zh-zhaalimiinadan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
  2. أَسَّسَassasamendirikan
  3. بُنْيَانَهُbunyaanahubangunannya
  4. عَلَىٰ'alaaatas
  5. تَقْوَىٰtaqwaatakwa
  6. مِنَminadari
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. وَرِضْوَانٍwa-ridhwaanindan keridaan
  9. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  10. أَمْamatau
  11. مَنْmanorang yang
  12. أَسَّسَassasamendirikan
  13. بُنْيَانَهُbunyaanahubangunannya
  14. عَلَىٰ'alaaatas
  15. شَفَاsyafaatepi
  16. جُرُفٍjurufintepi jurang
  17. هَارٍhaarinyang runtuh
  18. فَانْهَارَfa-nhaaramaka runtuhlah
  19. بِهِbihibersamanya
  20. فِيfiike dalam
  21. نَارِnaariapi
  22. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  23. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  24. لَاlaatidak
  25. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  26. الْقَوْمَl-qawmakaum
  27. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Metafora kuat: fondasi di atas takwa vs fondasi 'di tepi jurang yang runtuh', kualitas fondasi menentukan apakah sebuah bangunan bertahan atau runtuh membawa penghuninya. Konkretnya: sesuatu yang dibangun (karier, hubungan, komitmen) tanpa fondasi integritas yang kokoh serupa membangun di tepi jurang yang rapuh, tampak berdiri untuk sementara, tapi berisiko runtuh sewaktu-waktu; investasi dalam fondasi yang kokoh sejak awal jauh lebih penting daripada tampilan struktur yang megah di permukaan.

Tafsiran

Metafora fondasi ini memperluas kontras 9:107-108, bukan hanya soal niat pendirian, melainkan konsekuensi struktural: fondasi rapuh pada akhirnya runtuh membawa jatuh apa pun yang dibangun di atasnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membandingkan bangunan di atas dasar takwa dengan bangunan di tepi jurang yang runtuh. Yang dibandingkan fondasinya. Dari atas, kedua bangunan itu bisa terlihat sama.
  • Allah menyebut tepi jurang yang runtuh, bukan yang akan runtuh. Sudah rapuh sejak dibangun. Yang menentukan bukan peristiwa yang datang kemudian, melainkan tempat pilihannya.
  • Allah menyebut ia runtuh bersama bangunannya ke dalam api Jahanam. Pembangunnya ikut. Yang hilang bukan hasil kerjanya saja, melainkan dirinya bersama hasil itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-s-s, b-n-y, w-q-y, a-l-h, r-d-w, kh-y-r, sh-f-w, j-r-f, h-w-r, n-w-r, h-d-y, q-w-m, zh-l-m): assasa bunyaanahu diterjemahkan 'mendirikan bangunannya' (akar '-s-s + akar b-n-y); shafaa juruf haar diterjemahkan 'tepi jurang yang runtuh'; inhaara diterjemahkan 'runtuh' (akar h-w-r); yahdii diterjemahkan 'memberi petunjuk' (HDY). gloss '(masjid)/(-Nya)/(bangunan)' dibuang.