أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Maka apakah orang yang mendirikan bangunannya atas dasar takwa kepada Allah dan rida-Nya lebih baik, ataukah orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu ia runtuh bersamanya ke dalam api Jahanam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَa-fa-man assasa bunyaanahu 'alaa taqwaa mina llaahi wa-ridhwaanin khayrun am man assasa bunyaanahu 'alaa syafaa jurufin haarin fa-nhaara bihi fii naari jahannamamaka apakah orang yang mendirikan bangunannya atas dasar takwa kepada Allah dan rida-Nya lebih baik, ataukah orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu ia runtuh bersamanya ke dalam api Jahanam
- وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَwa-llaahu laa yahdii l-qawma zh-zhaalimiinadan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim
Terjemahan per kata (27 kata)
- أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
- أَسَّسَassasamendirikan
- بُنْيَانَهُbunyaanahubangunannya
- عَلَىٰ'alaaatas
- تَقْوَىٰtaqwaatakwa
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- وَرِضْوَانٍwa-ridhwaanindan keridaan
- خَيْرٌkhayrunlebih baik
- أَمْamatau
- مَنْmanorang yang
- أَسَّسَassasamendirikan
- بُنْيَانَهُbunyaanahubangunannya
- عَلَىٰ'alaaatas
- شَفَاsyafaatepi
- جُرُفٍjurufintepi jurang
- هَارٍhaarinyang runtuh
- فَانْهَارَfa-nhaaramaka runtuhlah
- بِهِbihibersamanya
- فِيfiike dalam
- نَارِnaariapi
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- لَاlaatidak
- يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
- الْقَوْمَl-qawmakaum
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Metafora kuat: fondasi di atas takwa vs fondasi 'di tepi jurang yang runtuh', kualitas fondasi menentukan apakah sebuah bangunan bertahan atau runtuh membawa penghuninya. Konkretnya: sesuatu yang dibangun (karier, hubungan, komitmen) tanpa fondasi integritas yang kokoh serupa membangun di tepi jurang yang rapuh, tampak berdiri untuk sementara, tapi berisiko runtuh sewaktu-waktu; investasi dalam fondasi yang kokoh sejak awal jauh lebih penting daripada tampilan struktur yang megah di permukaan.
Tafsiran
Metafora fondasi ini memperluas kontras 9:107-108, bukan hanya soal niat pendirian, melainkan konsekuensi struktural: fondasi rapuh pada akhirnya runtuh membawa jatuh apa pun yang dibangun di atasnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah membandingkan bangunan di atas dasar takwa dengan bangunan di tepi jurang yang runtuh. Yang dibandingkan fondasinya. Dari atas, kedua bangunan itu bisa terlihat sama.
- Allah menyebut tepi jurang yang runtuh, bukan yang akan runtuh. Sudah rapuh sejak dibangun. Yang menentukan bukan peristiwa yang datang kemudian, melainkan tempat pilihannya.
- Allah menyebut ia runtuh bersama bangunannya ke dalam api Jahanam. Pembangunnya ikut. Yang hilang bukan hasil kerjanya saja, melainkan dirinya bersama hasil itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-s-s, b-n-y, w-q-y, a-l-h, r-d-w, kh-y-r, sh-f-w, j-r-f, h-w-r, n-w-r, h-d-y, q-w-m, zh-l-m): assasa bunyaanahu diterjemahkan 'mendirikan bangunannya' (akar '-s-s + akar b-n-y); shafaa juruf haar diterjemahkan 'tepi jurang yang runtuh'; inhaara diterjemahkan 'runtuh' (akar h-w-r); yahdii diterjemahkan 'memberi petunjuk' (HDY). gloss '(masjid)/(-Nya)/(bangunan)' dibuang.