لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَّا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka sampai hati mereka terpotong-potong. Dan Allah berilmu lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَّا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْlaa yazaalu bunyaanuhumu lladzii banaw riibatan fii quluubihim illaa an taqatta'a quluubuhumbangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka sampai hati mereka terpotong-potong
- وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌwa-llaahu aliimun hakiimundan Allah berilmu lagi penuh hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga rendering). Lih.. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).
Aplikasi
Konsekuensi psikologis dari fondasi yang salah: 'bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka', struktur yang dibangun dengan niat tersembunyi menjadi sumber kegelisahan berkelanjutan bagi pembuatnya sendiri. Konkretnya: sesuatu yang dibangun dengan niat tersembunyi atau tidak jujur cenderung menjadi sumber kegelisahan batin yang terus-menerus bagi pembuatnya sendiri, bukan hanya risiko eksternal, kejujuran fondasi bukan hanya soal etika, tapi juga soal ketenangan batin jangka panjang.