لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَّا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka sampai hati mereka terpotong-potong. Dan Allah berilmu lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَّا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْlaa yazaalu bunyaanuhumu lladzii banaw riibatan fii quluubihim illaa an taqaththa'a quluubuhumbangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka sampai hati mereka terpotong-potong
- وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌwa-llaahu 'aliimun hakiimundan Allah berilmu lagi penuh hikmah
Terjemahan per kata (15 kata)
- لَاlaatidak
- يَزَالُyazaaluberhenti
- بُنْيَانُهُمُbunyaanuhumubangunan mereka
- الَّذِيlladziiyang
- بَنَوْاbanawmereka bangun
- رِيبَةًriibatankeraguan
- فِيfiidalam
- قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
- إِلَّاillaakecuali
- أَنْanbahwa
- تَقَطَّعَtaqaththa'aterputus
- قُلُوبُهُمْquluubuhumhati mereka
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
- حَكِيمٌhakiimunbijaksana
Inti bacaan
Konsekuensi psikologis dari fondasi yang salah: 'bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka', struktur yang dibangun dengan niat tersembunyi menjadi sumber kegelisahan berkelanjutan bagi pembuatnya sendiri. Konkretnya: sesuatu yang dibangun dengan niat tersembunyi atau tidak jujur cenderung menjadi sumber kegelisahan batin yang terus-menerus bagi pembuatnya sendiri, bukan hanya risiko eksternal, kejujuran fondasi bukan hanya soal etika, tapi juga soal ketenangan batin jangka panjang.
Tafsiran
Penutup narasi Masjid Dzirar ini menegaskan bahwa bangunan yang lahir dari niat buruk tidak pernah bisa membawa ketenangan: ia justru menjadi sumber keraguan permanen bagi pendirinya sendiri sampai akhir hayat.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut bangunan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan di hati mereka. Bangunannya sendiri tetap ada. Yang tidak hilang bukan batunya, melainkan yang ditinggalkan di dalam dada pendirinya.
- Batas yang disebut sampai hati mereka terpotong-potong. Bukan sampai mereka sadar. Keraguan yang bersumber dari niat awal tidak sembuh dengan berlalunya waktu.
- Allah menutup dengan menyebut diri-Nya berilmu lagi penuh hikmah. Sesudah bicara niat tersembunyi. Yang menilai bangunan itu bukan yang melihat bentuknya, melainkan yang mengetahui mengapa ia didirikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).