مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Tidak ada hak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik, sekalipun mereka kerabat, setelah jelas bagi mereka bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka yang menyala-nyala.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِmaa kaana li-n-nabiyyi wa-lladziina aamanuu an yastaghfiruu li-l-musyrikiina wa-law kaanuu ulii qurbaa min ba'di maa tabayyana lahum annahum ash-haabu l-jahiimitidak ada hak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik, sekalipun mereka kerabat, setelah jelas bagi mereka bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka yang menyala-nyala
Terjemahan per kata (20 kata)
- مَاmaatidaklah
- كَانَkaanaadalah
- لِلنَّبِيِّli-n-nabiyyibagi Nabi
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- أَنْanuntuk
- يَسْتَغْفِرُواyastaghfiruumereka memohon ampun
- لِلْمُشْرِكِينَli-l-musyrikiinabagi orang-orang musyrik
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- كَانُواkaanuumereka adalah
- أُولِيuliipemilik
- قُرْبَىٰqurbaakerabat
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- مَاmaaapa yang
- تَبَيَّنَtabayyanajelas
- لَهُمْlahumbagi mereka
- أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
- أَصْحَابُash-haabupenghuni
- الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala
Inti bacaan
Batas yang jelas ditegaskan: pembelaan atau doa tidak diperluas tanpa batas begitu kenyataan sudah jelas, bahkan bagi kerabat sekalipun, 'setelah jelas baginya bahwa mereka adalah penghuni Jahim'. Konkretnya: kedekatan hubungan (keluarga, teman dekat) tidak mengharuskan pembelaan tanpa batas terhadap sesuatu yang sudah jelas terbukti salah, ada titik di mana kejujuran terhadap kenyataan lebih penting daripada loyalitas buta karena kedekatan hubungan.
Tafsiran
Larangan ini berlaku bahkan bagi kerabat dekat sekalipun: ikatan darah tidak mengalahkan kejelasan status akhir seseorang begitu terbukti secara pasti bahwa ia menolak kebenaran sampai akhir.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tak ada hak bagi Nabi dan orang beriman memohonkan ampunan bagi orang musyrik. Bahasa kewenangan. Yang ditutup bukan keinginannya, melainkan haknya.
- Allah menambahkan sekalipun mereka kerabat. Termasuk yang paling dekat. Kedekatan disebut, lalu dinyatakan tak mengubah apa pun.
- Syaratnya: sesudah jelas bagi mereka bahwa mereka penghuni neraka. Bukan sebelum. Selama belum jelas, permohonan itu tak dilarang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…beriman untuk memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi oran…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'istaghfara' tanpa kata sandang al-. istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun'.