وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ

Dan permohonan ampunan Ibrahim untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya. Maka ketika jelas baginya bahwa dia adalah musuh Allah, dia berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya lagi penahan murka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُwa-maa kaana stighfaaru ibraahiima li-abiihi illaa an maw'idatin wa'adahaa iyyaahu fa-lammaa tabayyana lahu annahu aduwwun lillaahi tabarra'a minhudan permohonan ampunan Ibrahim untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya, maka ketika jelas baginya bahwa dia adalah musuh Allah, dia berlepas diri darinya
  2. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌinna ibraahiima la-awwaahun haliimunsesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya lagi penahan murka
Aplikasi

Bahkan Ibrahim, digambarkan 'sangat lembut hatinya', membatasi doanya untuk ayahnya begitu kenyataan menjadi jelas tak terbantahkan, kelembutan hati tidak berarti penyangkalan tanpa batas terhadap kenyataan yang sudah jelas. Konkretnya: kasih sayang dan kelembutan hati sejati tidak mengharuskan mengabaikan kenyataan yang sudah jelas, bahkan figur paling penyayang sekalipun perlu mengenali kapan harapan/doa perlu disesuaikan dengan kenyataan yang tak lagi bisa disangkal.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain: 'Maha Penyantun' (atau varian, LIMA rendering utk satu lema: Maha Penyantun/penyantun/sangat penyantun/sangat lembut/sangat santun). Dua cacat: (a) 'Maha'+kapital tanpa dasar, corpus INDEFINIT; (b) 'penyantun' salah kata: KBBI VI, nomina 'penyantun' = 'orang sopan/suka menaruh belas kasihan/suka menolong/dewan pelindung', makna 'sabar dan tenang' (yang ada di adjektiva santun¹) HILANG pada turunannya, jebakan derivasi persis 'welas asih'; indra belas-kasihan/ menolong juga menabrak wilayah ra'uuf ('iba'). terjemahan ini: 'penahan murka'. haliim dipakai utk MANUSIA 4× (Ibrahim 9:114 & 11:75; anak/ Ismail 37:101 'ghulaamin haliim'; Syu'aib 11:87) diterjemahkan SIFAT, bukan nama (pola rahiim/ ra'uuf). sebagian penerjemah 'clement' 15/15. hilm ≠ sabr (menahan-balasan vs menanggung-derita) ≠ ra'fah (perasaan iba) ≠ santun (adab). Rumus: ghafuurun haliim 6×; aliimun haliim 3×. Lih.. sebagian penerjemah: 'And the request for forgiveness of Abraham for his father was only because of a promise he had promised him;1 but when it had become clear to him that he was an enemy to God, he declared himself quit of him;2 Abraham was compassionate and clement.' Corpus: haliim INDEFINIT di ayat ini (14/15 kemunculan indefinit, termasuk SEMUA yang tentang Allah). Konteks pengunci: 2:225 (tak menghukum keseleo sumpah), 35:41 (MENAHAN langit-bumi agar tak lenyap).