وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ

Dan permohonan ampunan Ibrahim untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya. Maka ketika jelas baginya bahwa dia adalah musuh Allah, dia berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya lagi penahan murka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُwa-maa kaana stighfaaru ibraahiima li-abiihi illaa 'an maw'idatin wa'adahaa iyyaahu fa-lammaa tabayyana lahu annahu 'aduwwun li-llaahi tabarra'a minhudan permohonan ampunan Ibrahim untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya, maka ketika jelas baginya bahwa dia adalah musuh Allah, dia berlepas diri darinya
  2. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌinna ibraahiima la-awwaahun haliimunsesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya lagi penahan murka

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. كَانَkaanaadalah
  3. اسْتِغْفَارُstighfaarupermohonan ampun
  4. إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
  5. لِأَبِيهِli-abiihikepada bapaknya
  6. إِلَّاillaakecuali
  7. عَنْ'andari
  8. مَوْعِدَةٍmaw'idatinjanji
  9. وَعَدَهَاwa'adahaamenjanjikannya
  10. إِيَّاهُiyyaahuhanya kepada-Nya
  11. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  12. تَبَيَّنَtabayyanajelas
  13. لَهُlahubaginya
  14. أَنَّهُannahubahwa ia
  15. عَدُوٌّ'aduwwunmusuh
  16. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  17. تَبَرَّأَtabarra'aberlepas diri
  18. مِنْهُminhudarinya
  19. إِنَّinnasesungguhnya
  20. إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
  21. لَأَوَّاهٌla-awwaahunsangat lembut hati
  22. حَلِيمٌhaliimunpenyantun

Inti bacaan

Bahkan Ibrahim, digambarkan 'sangat lembut hatinya', membatasi doanya untuk ayahnya begitu kenyataan menjadi jelas tak terbantahkan, kelembutan hati tidak berarti penyangkalan tanpa batas terhadap kenyataan yang sudah jelas. Konkretnya: kasih sayang dan kelembutan hati sejati tidak mengharuskan mengabaikan kenyataan yang sudah jelas, bahkan figur paling penyayang sekalipun perlu mengenali kapan harapan/doa perlu disesuaikan dengan kenyataan yang tak lagi bisa disangkal.

Tafsiran

Kisah ini menjadi acuan penting bagi larangan di 9:113, bahkan Ibrahim, nabi yang dikenal penyantun ('awwaah'), berhenti memohonkan ampunan begitu kejelasan status musuh Allah terbukti; permohonan awalnya semata memenuhi janji, bukan pembenaran atas kemusyrikan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menerangkan permohonan ampun Ibrahim itu lahir dari janji yang pernah ia ucapkan. Bukan dari ketidaktahuan hukum. Perbuatan yang tampak keliru diberi keterangan sebelum dinilai.
  • Allah menyebut ia berlepas diri ketika sudah jelas baginya. Bukan sebelum. Yang diminta bukan mencurigai lebih dahulu, melainkan berhenti ketika keterangannya sampai.
  • Allah menutup dengan menyebut Ibrahim penuh iba lagi penyantun. Sesudah menceritakan ia berlepas diri. Ketegasan itu tidak dijadikan bukti kekerasan hatinya; justru sifat sebaliknya yang disebut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(atau varian, LIMA terjemahan utk satu lema: Maha Penyantun/penyantun/sangat penyantun/sangat lembut/sangat santun). Dua cacat: (a) 'Maha'+kapital tanpa dasar, corpus INDEFINIT; (b) 'penyantun' salah kata: KBBI VI, nomina 'penyantun' = 'orang sopan/suka menaruh belas kasihan/suka menolong/dewan pelindung', makna 'sabar dan tenang' (yang ada di adjektiva santun¹) HILANG pada turunannya, jebakan derivasi persis 'welas asih'; indra belas-kasihan/ menolong juga menabrak wilayah ra'uuf ('iba'). terjemahan ini: 'penahan murka'. haliim dipakai utk MANUSIA 4× (Ibrahim 9:114 & 11:75; anak/ Ismail 37:101 'ghulaamin haliim'; Syu'aib 11:87) diterjemahkan SIFAT, bukan nama (pola rahiim/ ra'uuf). sebagian penerjemah 'clement' 15/15. hilm ≠ sabr (menahan-balasan vs menanggung-derita) ≠ ra'fah (perasaan iba) ≠ santun (adab). Rumus: ghafuurun haliim 6×; aliimun haliim 3×. Corpus: haliim INDEFINIT di ayat ini (14/15 kemunculan indefinit, termasuk SEMUA yang tentang Allah). Konteks pengunci: 2:225 (tak menghukum keseleo sumpah), 35:41 (MENAHAN langit-bumi agar tak lenyap).