وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّىٰ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لَا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Terhadap tiga orang yang ditinggalkan hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari Allah melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menyambut mereka agar mereka bertobat. Sesungguhnya Allah penyambut tobat lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّىٰ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لَا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُواwa-'alaa ts-tsalaatsati lladziina khullifuu hattaa idzaa dhaaqat 'alayhimu l-ardhu bi-maa rahubat wa-dhaaqat 'alayhim anfusuhum wa-zhannuu an laa malja-a mina llaahi illaa ilayhi tsumma taaba 'alayhim li-yatuubuuterhadap tiga orang yang ditinggalkan hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari Allah melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menyambut mereka agar mereka bertobat
  2. إِنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُinna llaaha huwa t-tawwaabu r-rahiimusesungguhnya Allah penyambut tobat lagi pengasih

Terjemahan per kata (31 kata)

  1. وَعَلَىwa-'alaadan atas
  2. الثَّلَاثَةِts-tsalaatsatitiga orang
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. خُلِّفُواkhullifuumereka ditinggalkan
  5. حَتَّىٰhattaasampai
  6. إِذَاidzaaapabila
  7. ضَاقَتْdhaaqatterasa sempit
  8. عَلَيْهِمُ'alayhimuatas mereka
  9. الْأَرْضُl-ardhubumi
  10. بِمَاbi-maameskipun
  11. رَحُبَتْrahubatluas
  12. وَضَاقَتْwa-dhaaqatdan terasa sempit
  13. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  14. أَنْفُسُهُمْanfusuhumdiri mereka
  15. وَظَنُّواwa-zhannuudan mereka mengira
  16. أَنْanbahwa
  17. لَاlaatidak
  18. مَلْجَأَmalja-atempat berlindung
  19. مِنَminadari
  20. اللَّهِllaahiAllah
  21. إِلَّاillaakecuali
  22. إِلَيْهِilayhikepada-Nya
  23. ثُمَّtsummakemudian
  24. تَابَtaababertobat
  25. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  26. لِيَتُوبُواli-yatuubuuagar mereka bertobat
  27. إِنَّinnasesungguhnya
  28. اللَّهَllaahaAllah
  29. هُوَhuwaDialah
  30. التَّوَّابُt-tawwaabuSang Penyambut Tobat
  31. الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih

Inti bacaan

Penggambaran psikologis yang sangat hidup: 'bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas', pengalaman isolasi dan penyesalan yang begitu intens sehingga mengubah persepsi terhadap ruang fisik itu sendiri. Konkretnya: pengalaman penyesalan mendalam sering terasa seperti dunia menyempit secara fisik (meski secara objektif tidak berubah), mengenali fenomena psikologis ini pada diri sendiri saat mengalami penyesalan berat membantu memahami bahwa perasaan terjebak itu nyata dan valid, sekaligus bahwa jalan keluar (kejujuran, tobat) tetap tersedia meski terasa tidak ada.

Tafsiran

Kisah tiga orang yang ditinggalkan (bukan munafik, melainkan mukmin jujur yang mangkir tanpa alasan) menjadi contoh kontras dengan pola kemunafikan sebelumnya: kejujuran mengakui kesalahan tanpa membuat alasan palsu justru membuka jalan tobat diterima penuh.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua kesempitan sekaligus: bumi terasa sempit, dan jiwa mereka pun sempit. Yang di luar dan yang di dalam. Ketika keduanya menyempit bersamaan, tidak tersisa arah mana pun untuk melarikan diri.
  • Keterangan padahal bumi itu luas ditaruh di tengah kalimat. Kenyataannya tidak berubah; yang berubah rasanya. Kalimat itu menjaga pembacanya tetap tahu bahwa yang sedang digambarkan perasaan, bukan keadaan.
  • Yang mereka ketahui tidak ada tempat lari dari Allah melainkan kepada-Nya. Pintu keluarnya dan yang dilarikan darinya sama. Dan sesudah mereka sampai pada pengertian itu, barulah disebut Allah menyambut tobat mereka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. AYAT INI crux-nya: tambalan terjemahan lain 'tetap dalam' DIBUANG; objek Arab = MEREKA (alayhim) diterjemahkan 'menyambut MEREKA agar mereka bertobat'; interpolasi '(ditangguhkan penerimaan tobatnya)' dibuang. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Corpus: akar t-w-b di ayat ini. 'accepted his repentance' hanya berlabel (Jel) = tafsir Jalaalayn, bukan leksikal. utk manusia (2:222 at-tawwaabiin!) 'orang yang banyak bertobat'.