وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّىٰ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لَا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Terhadap tiga orang yang ditinggalkan hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari Allah melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menyambut mereka agar mereka bertobat. Sesungguhnya Allah penyambut tobat lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّىٰ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لَا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُواwa-alaa ts-tsalaatsati lladziina khullifuu hattaa idzaa daaqat alayhimu l-ardu bimaa rahubat wa-daaqat alayhim anfusuhum wa-zhannuu an laa malja-a mina llaahi illaa ilayhi tsumma taaba alayhim li-yatuubuuterhadap tiga orang yang ditinggalkan hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari Allah melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menyambut mereka agar mereka bertobat
  2. إِنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُinna llaaha huwa t-tawwaabu r-rahiimusesungguhnya Allah penyambut tobat lagi pengasih
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. AYAT INI crux-nya: tambalan terjemahan lain 'tetap dalam' DIBUANG; objek Arab = MEREKA (alayhim) diterjemahkan 'menyambut MEREKA agar mereka bertobat'; interpolasi '(ditangguhkan penerimaan tobatnya)' dibuang. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Lih.. sebagian penerjemah: 'And towards the three who were left behind when1 the earth had become straitened for them, vast as it was,2 and their souls had become straitened for them, and they thought that there was no refuge from God save to Him;3 then turned He towards them, that they might turn.4 God, He is the Accepting of Repentance, the Merciful.' Corpus: akar akar t-w-b di ayat ini.

Aplikasi

Penggambaran psikologis yang sangat hidup: 'bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas', pengalaman isolasi dan penyesalan yang begitu intens sehingga mengubah persepsi terhadap ruang fisik itu sendiri. Konkretnya: pengalaman penyesalan mendalam sering terasa seperti dunia menyempit secara fisik (meski secara objektif tidak berubah), mengenali fenomena psikologis ini pada diri sendiri saat mengalami penyesalan berat membantu memahami bahwa perasaan terjebak itu nyata dan valid, sekaligus bahwa jalan keluar (kejujuran, tobat) tetap tersedia meski terasa tidak ada.