وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

Adapun orang-orang yang dalam hati mereka ada penyakit, ia menambah kekotoran atas kekotoran mereka, dan mereka mati sedang mereka dalam keadaan kufur.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَwa-ammaa lladziina fii quluubihim maradhun fa-zaadatsum rijsan ilaa rijsihim wa-maatuu wa-hum kaafiruunaadapun orang-orang yang dalam hati mereka ada penyakit, ia menambah kekotoran atas kekotoran mereka, dan mereka mati sedang mereka dalam keadaan kufur

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَأَمَّاwa-ammaadan adapun
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. فِيfiidi
  4. قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
  5. مَرَضٌmaradhunpenyakit
  6. فَزَادَتْهُمْfa-zaadatsummaka menambah mereka
  7. رِجْسًاrijsankekotoran
  8. إِلَىٰilaaatas
  9. رِجْسِهِمْrijsihimkekotoran mereka
  10. وَمَاتُواwa-maatuudan mati
  11. وَهُمْwa-humdan mereka
  12. كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Input yang sama justru memperburuk kondisi yang sudah bermasalah: 'bagi yang dalam hati mereka ada penyakit, ia menambah kekotoran atas kekotoran mereka', hal yang seharusnya membersihkan malah memperparah kondisi yang sudah rusak. Konkretnya: nasihat atau kebenaran yang sama bisa memperkuat kebaikan pada hati yang terbuka, tapi memperkuat sinisme/penolakan pada hati yang sudah tertutup, menyadari efek berlawanan ini membantu memahami mengapa pendekatan yang sama tidak selalu berhasil untuk semua orang.

Tafsiran

Wahyu yang sama dapat memiliki efek berlawanan tergantung kondisi hati penerimanya: bagi yang berpenyakit, ia justru menambah kekotoran, bukan karena wahyu itu sendiri bermasalah, melainkan karena kondisi hati yang sudah rusak lebih dulu.

Renungan dan Hikmah

  • Surah yang Allah turunkan menambah iman sebagian orang, dan menambah kekotoran bagi yang berpenyakit hati. Bahannya satu, akibatnya dua. Yang menentukan hasil bukan apa yang datang, melainkan keadaan yang menerimanya.
  • Allah memakai kata kekotoran dua kali bertumpuk. Lapisan di atas lapisan. Yang bertambah bukan hal baru, melainkan penebalan yang sudah ada.
  • Ayat ditutup dengan mereka mati dalam keadaan kufur. Prosesnya punya akhir. Penebalan yang dibiarkan berlangsung cukup lama akhirnya sampai pada titik yang tidak lagi bisa diubah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-l-b, m-r-d, z-y-d, r-j-s, m-w-t, k-f-r): quluub diterjemahkan 'hati' (akar q-l-b); marad diterjemahkan 'penyakit'; rijs diterjemahkan 'kekotoran (kekejian)' (akar r-j-s; terjemahan lain 'kekufuran', terjemahan ini harfiah 'kekotoran'); maatuu diterjemahkan 'mati' (akar m-w-t). footnote-marker + '(surah yang turun ini)/(yang telah ada)' dibuang.