وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

Adapun orang-orang yang dalam hati mereka ada penyakit, ia menambah kekotoran atas kekotoran mereka, dan mereka mati sedang mereka dalam keadaan kufur.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَwa-ammaa lladziina fii quluubihim maradun fa-zaadatsum rijsan ilaa rijsihim wa-maatuu wa-hum kaafiruunaadapun orang-orang yang dalam hati mereka ada penyakit, ia menambah kekotoran atas kekotoran mereka, dan mereka mati sedang mereka dalam keadaan kufur
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-l-b, m-r-d, z-y-d, r-j-s, m-w-t, k-f-r): quluub diterjemahkan 'hati' (akar q-l-b); marad diterjemahkan 'penyakit'; rijs diterjemahkan 'kekotoran (kekejian)' (akar r-j-s; terjemahan lain 'kekufuran', terjemahan ini harfiah 'kekotoran'); maatuu diterjemahkan 'mati' (akar m-w-t). footnote-marker + '(surah yang turun ini)/(yang telah ada)' dibuang.

Aplikasi

Input yang sama justru memperburuk kondisi yang sudah bermasalah: 'bagi yang dalam hati mereka ada penyakit, ia menambah kekotoran atas kekotoran mereka', hal yang seharusnya membersihkan malah memperparah kondisi yang sudah rusak. Konkretnya: nasihat atau kebenaran yang sama bisa memperkuat kebaikan pada hati yang terbuka, tapi memperkuat sinisme/penolakan pada hati yang sudah tertutup, menyadari efek berlawanan ini membantu memahami mengapa pendekatan yang sama tidak selalu berhasil untuk semua orang.