وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ نَظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُمْ مِنْ أَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوا ۚ صَرَفَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ
Dan apabila diturunkan suatu surah, sebagian mereka memandang sebagian yang lain, “Adakah seseorang yang melihat kalian?” Kemudian mereka berpaling. Allah memalingkan hati mereka karena mereka kaum yang tidak memahami.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ نَظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُمْ مِنْ أَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُواwa-idzaa maa unzilat suuratun nazhara ba'dhuhum ilaa ba'dhin hal yaraakum min ahadin tsumma nsharafuudan apabila diturunkan suatu surah, sebagian mereka memandang sebagian yang lain, adakah seseorang yang melihat kalian, kemudian mereka berpaling
- صَرَفَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَsharafa llaahu quluubahum bi-annahum qawmun laa yafqahuunaAllah memalingkan hati mereka karena mereka kaum yang tidak memahami
Terjemahan per kata (21 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- مَاmaaapa yang
- أُنْزِلَتْunzilatditurunkan
- سُورَةٌsuuratunsurah
- نَظَرَnazharaia memikirkan
- بَعْضُهُمْba'dhuhumsebagian mereka
- إِلَىٰilaakepada
- بَعْضٍba'dhinsebagian
- هَلْhalapakah
- يَرَاكُمْyaraakummelihat kalian
- مِنْmindari
- أَحَدٍahadinseorang pun
- ثُمَّtsummakemudian
- انْصَرَفُواnsharafuumereka berpaling
- صَرَفَsharafamemalingkan
- اللَّهُllaahuAllah
- قُلُوبَهُمْquluubahumhati mereka
- بِأَنَّهُمْbi-annahumkarena sesungguhnya mereka
- قَوْمٌqawmunkaum
- لَاlaatidak
- يَفْقَهُونَyafqahuunamereka memahami
Inti bacaan
Kekhawatiran yang salah arah: 'adakah seseorang yang melihat kalian?', perhatian tertuju pada pengawasan sosial (terlihat orang lain atau tidak), bukan pada substansi pesan itu sendiri. Konkretnya: kekhawatiran berlebihan tentang bagaimana terlihat di mata orang lain (bukan substansi dari apa yang sedang dihadapi) sering menjadi tanda prioritas yang keliru, memeriksa apakah perhatian lebih tertuju pada citra sosial atau pada substansi yang sebenarnya penting membantu meluruskan kembali fokus.
Tafsiran
Kecurigaan mereka satu sama lain saat wahyu turun menyingkap kegelisahan batin yang tersembunyi, bukan sikap terbuka menerima, melainkan kewaspadaan diam-diam agar tidak tertangkap basah tidak percaya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam mereka saling memandang dan bertanya adakah yang melihat kalian. Yang dikhawatirkan mata orang. Kekhawatiran mereka berhenti pada penglihatan manusia.
- Allah menyebut sesudah memastikan tak ada yang melihat, mereka berpaling. Urutannya begitu. Yang menahan mereka tetap duduk bukan isi surahnya, melainkan pandangan orang.
- Allah menyebut Dia memalingkan hati mereka karena mereka kaum yang tidak memahami. Berpaling badan disusul berpaling hati. Yang mereka lakukan sendiri dikembalikan kepada mereka dalam bentuk yang lebih dalam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-z-l, s-w-r, n-zh-r, b-'-d, r-a-y, a-h-d, s-r-f, a-l-h, q-l-b, q-w-m, f-q-h): nazhara diterjemahkan 'memandang' (akar n-zh-r); insarafuu diterjemahkan 'berpaling' (akar s-r-f); sarafa llaah quluubahum diterjemahkan 'Allah memalingkan hati mereka' (akar s-r-f + akar q-l-b); yafqahuun diterjemahkan 'memahami' (akar f-q-h putaran FQH). gloss '(dengan sikap mengejek…)/(dari kaum muslim)' dibuang.