فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Maka jika mereka berpaling, katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan pemilik 'Arasy yang agung.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَfa-in tawallaw fa-qul hasbiya llaahu laa ilaaha illaa huwamaka jika mereka berpaling, katakanlah, cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia
  2. عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ'alayhi tawakkaltuhanya kepada-Nya aku bertawakal
  3. وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِwa-huwa rabbu l-'arsyi l-'azhiimidan Dia adalah Tuhan pemilik 'Arasy yang agung

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. فَإِنْfa-inmaka jika
  2. تَوَلَّوْاtawallawmereka berpaling
  3. فَقُلْfa-qulmaka katakanlah
  4. حَسْبِيَhasbiyacukuplah bagiku
  5. اللَّهُllaahuAllah
  6. لَاlaatidak
  7. إِلَٰهَilaahatuhan
  8. إِلَّاillaakecuali
  9. هُوَhuwaDia
  10. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  11. تَوَكَّلْتُtawakkaltuaku bertawakal
  12. وَهُوَwa-huwadan Dia
  13. رَبُّrabbuTuhan
  14. الْعَرْشِl-'arsyiArasy
  15. الْعَظِيمِl-'azhiimiyang agung

Inti bacaan

Penutup surah dengan formula ketenangan yang sudah familiar: 'Cukuplah Allah bagiku. Dia Tuhan pemilik Arasy yang agung', sikap tawakal sebagai jangkar penutup setelah rangkaian panjang menghadapi kemunafikan dan pengkhianatan. Konkretnya: setelah menghadapi rangkaian panjang kekecewaan atau pengkhianatan dari orang lain, kembali kepada fondasi kepercayaan yang stabil (bukan larut dalam kepahitan) adalah cara menutup babak sulit dengan ketenangan, bukan dendam berkepanjangan.

Tafsiran

Penutup surah ini kembali pada penyerahan diri total kepada Allah semata: 'Arasy (singgasana ilahi) yang agung menjadi simbol kekuasaan tertinggi yang menjadi sandaran ketika penolakan manusia terjadi, bukan sumber keputusasaan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh mengatakan cukuplah Dia bagiku jika mereka berpaling. Bukan mengejar. Yang disiapkan untuk penolakan bukan cara baru membujuk, melainkan tempat bersandar.
  • Allah menyusun empat: cukuplah Dia, tidak ada tuhan selain Dia, kepada-Nya aku bertawakal, Dia pemilik Arasy yang agung. Dari yang paling dekat ke yang paling luas. Penghiburan berakhir pada keterangan tentang kebesaran-Nya.
  • Allah menutup surah yang penuh peperangan dan pembongkaran kemunafikan dengan kalimat tentang kecukupan dan tawakal. Bukan dengan ancaman. Yang tinggal di ujung bukan siapa yang dikalahkan, melainkan kepada siapa seseorang bersandar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. ' akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.