إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۖ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, mengatur segala urusan. Tidak ada pemberi syafaat kecuali setelah izin-Nya. Itulah Allah, Tuhan kalian, maka sembahlah Dia. Tidakkah kalian mengambil pelajaran?

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِinna rabbakumu llaahu lladzii khalaqa s-samaawaati wa-l-arda fii sittati ayyaamin tsumma stawaa alaa l-arshisesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy
  2. يُدَبِّرُ الْأَمْرَyudabbiru l-amramengatur segala urusan
  3. مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِmaa min shafii'in illaa min ba'di idznihitidak ada pemberi syafaat kecuali setelah izin-Nya
  4. ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُdzaalikumu llaahu rabbukum fa-buduuhuitulah Allah, Tuhan kalian, maka sembahlah Dia
  5. أَفَلَا تَذَكَّرُونَa-fa-laa tadzakkaruunatidakkah kalian mengambil pelajaran
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-b-b, a-l-h, kh-l-q, s-m-w, a-r-d, s-t-t, y-w-m, s-w-y, '-r-sh, d-b-r, a-m-r, sh-f-', b-'-d, a-dz-n, '-b-d, dz-k-r): sittati ayyaam diterjemahkan 'enam masa (hari)'; istawaa alaa l-'arsh diterjemahkan 'bersemayam di atas Arasy' (dijaga harfiah, istilah teologis belum diputus); yudabbiru l-amr diterjemahkan 'mengatur segala urusan' (akar d-b-r); shafii' diterjemahkan 'pemberi syafaat' (akar sh-f-'); fa-'buduuh diterjemahkan 'sembahlah Dia' (akar '-b-d). footnote-marker + '(seraya)' dibuang.

Aplikasi

Tata kelola yang digambarkan terstruktur: 'mengatur segala urusan; tidak ada pemberi syafaat kecuali setelah izin-Nya', bahkan advokasi/pembelaan beroperasi dalam sistem yang tertib, bukan sewenang-wenang. Konkretnya: sistem yang baik (organisasi, hubungan, proses pengambilan keputusan) berfungsi dengan aturan main yang jelas, bahkan untuk hal-hal seperti pembelaan atau rekomendasi, kejelasan tentang siapa berwenang memutuskan apa mencegah kekacauan dan penyalahgunaan pengaruh.